Diduga Enggan Dipakai Warga, Kapal Amdes Penaah Diungsikan

Lingga, Kepritoday.com — Warga Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyoroti keberadaan kapal speedboat ambulans milik desa yang dinilai belum maksimal dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Kapal tersebut sebelumnya dibeli menggunakan anggaran desa dengan tujuan membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan medis dan harus berobat ke daerah lain.

Namun, menurut warga, kapal ambulans tersebut justru tidak ditempatkan di Pulau Penaah. Fasilitas itu disebut berada di Pulau Selat Kongki sehingga dinilai sulit diakses masyarakat ketika sewaktu-waktu membutuhkan transportasi untuk membawa pasien.

Kondisi tersebut membuat warga yang mengalami sakit parah terpaksa mencari alternatif transportasi lain, seperti menyewa kapal kayu berukuran kecil maupun pompong milik warga.

“Untuk apa kapal ambulans itu dibeli dengan uang rakyat jika tidak bisa membantu warga yang membutuhkan?” kata seorang warga Desa Penaah yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada Kepritoday.com melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2026).

Menurut sumber tersebut, kapal ambulans memang sesekali digunakan. Namun, ia mempertanyakan pemanfaatannya yang dinilai belum merata bagi seluruh masyarakat Desa Penaah.

“Kalau untuk warga yang sakit parah, kapal itu jarang digunakan. Kami mempertanyakan apakah fasilitas tersebut benar-benar diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Desa Penaah,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Desa Penaah memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan kapal ambulans ditempatkan di luar Pulau Penaah, termasuk mekanisme penggunaan kapal ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.

Mereka juga meminta agar fasilitas yang dibeli menggunakan anggaran desa dapat benar-benar difungsikan sesuai peruntukannya dan mudah diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang warga.

“Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan justru harus mencari dan menyewa kapal sendiri. Padahal desa sudah memiliki kapal ambulans,” katanya.

Minta Kejelasan Pengelolaan

Warga juga berharap adanya kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaan kapal tersebut, termasuk prosedur peminjaman atau penggunaan ketika terjadi kondisi darurat.

Menurut warga, keberadaan kapal ambulans semestinya menjadi fasilitas pelayanan publik yang dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan transportasi medis, terutama mengingat kondisi geografis wilayah kepulauan yang membuat akses menuju fasilitas kesehatan sangat bergantung pada transportasi laut.

Karena itu, warga meminta Pemerintah Desa Penaah tidak hanya menjelaskan lokasi kapal, tetapi juga menyampaikan secara terbuka bagaimana aturan pemanfaatan, biaya operasional, hingga kesiapan kapal apabila sewaktu-waktu ada pasien yang harus segera dibawa berobat.

Kepala Desa Belum Memberikan Tanggapan

Kepala Desa Penaah, Mariana, saat dikonfirmasi Kepritoday.com terkait keberadaan kapal ambulans tersebut, termasuk alasan kapal berada di Pulau Selat Kongki dan mekanisme pemanfaatannya bagi masyarakat, melalui WhatsApp, Selasa (18/08/2026), hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Pesan yang dikirimkan kepada nomor WhatsApp kepala desa masih menunjukkan tanda centang satu.
Kepritoday.com masih membuka ruang bagi Pemerintah Desa Penaah untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan terkait keberadaan dan pemanfaatan kapal ambulans tersebut.

Klarifikasi dari pihak pemerintah desa penting agar informasi mengenai penggunaan fasilitas yang bersumber dari anggaran desa tersebut dapat diketahui secara utuh oleh masyarakat.
(Ali)

Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com