Kenaikan Tarif Dasar Listrik Di Anggap Membebani Masyarakat Batam

Kenaikan Tarif Dasar Listrik Di Anggap Membebani Masyarakat Batam
Samsul Bahri, Sekper PT. Bright PLN Batam, menjelaskan terkait kenaikan tarif dasar listrik ke media

BATAM, Kepritoday.com – Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Batam bekerjasama dengan Forum Wajah Batam dan RRI Batam kembali mengadakan Talkshow Ini Kepri dengan thema ” Membedah Tarif Dasar Listrik PT.Bright PLN” acara talkshow ini di hadiri oleh PT.Bright PLN Batam,Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Batam,KNPI Batam sebagai nara sumber,ada pun peserta dialog interaktif dari Akademisi,Tokoh Pemuda,Tokoh Buruh/Pekerja Batam,Tokoh Masyarakat lSM dan Organisasi Kepemudaan Batam,serta media,yang bertempat di GGI Hotel Batam.

Talkshow dan dialog interaktif pada hari jumat (16/12) ini mengupas tentang kenaikan tarif dasar listrik oleh Pelayanan Listrik Nasional (PLN) tahun 2016 yang mana tiap tahun PLN Batam menaikan tarif dasar listrik yang selalu menjadi pro kontra di kalangan masyarakat,terbukti dalam dialog publik ini para peserta menolak kenaikan tarif dasar listrik ini dengan berbagai argumen dan alasan,diantaranya adalah membebani masyarakat Batam.

Menurut Sekretaris PT,Bright PLN Batam Samsul Bahri bahwa kenaikan tarif dasar listrik ini di sebabkan ada nya perubahan makro ekonomi mencakup perubahan kurs,inflasi,dan bahan bakar premier,dulu pada tahun 2012 kita buat bahan pokok itu pada kurs 9500 dan untuk saat ini sudah lebih,biaya pokok penyediaan bahan pokok listrik itu sekitar Rp.1300 dan kita jual Rp.950.,

Samsul menambahkan,Selama ini kenapa keuntungan kita bertahan karena tergerus ke sana,dulu kita buat subsidi silang dari pelanggan industri itu yang kita subsidi kesana setelah itu sekarang industri sudah mulai menurun dari 3,2 persen menjadi 2,5 persen karena banyaknya industri yang tutup,untuk menjaga kestabilan kelistrikan dan operasional di Batam ini untuk mempertahankan mutu nya maka kita coba mengusulkan kenaikan ini ke Gubernur,DPRD Provinsi Kepri,nah jadi mereka yang memutuskan kita ceritakan permasalahan kelistrikan nya.

“Silahkan yang memutuskan ini gubernur,DPRD Provinsi Kepri karena ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah” kata Samsul

Dialog publik ini yang di adakan Forum Kepemimpinan Mahasiswa Batam ini sangat baik supaya masyarakat juga tahu karena kelistrikan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,menjadi tanggung jawab masyarakat selaku pengguna dan menjadi tanggung jawab PLN selaku penyedia,”paparnya

“Untuk tahun 2015 memang kita punya keuntungan kalau di lihat,silahkan buka website PLN kita paparkan jelas disana kita transparan masalah keuangan PLN  ada di website kita,”ucapnya

“Memang ada orang melihat Rp.1,8M keuntungan nya sesungguhnya itu adalah penilaian asset kita yang ulang jadi asset yang ada kita ulang maka nampak angka nya naik,kalau mau lihat kita untung atau tidak untung lihat laporan di website nya,”ujar Samsul

Untuk tahun 2012 ini biaya kita operasional sudah tidak memadai lagi,semua keuntungan kita tergerus ke sana dan saat ini biaya semua operasional kita di ambil dari deposito kita untuk menutupi semuanya.

“Harapan kami ke pemerintah dan DPRD provinsi silahkan bahas ini dan putuskan sebijak -bijak mungkin demi kelangsungan kelistrikan di Batam khususnya dan Kepri pada umumnya,”tutur nya

“Jadi kami serahkan saja kita sudah transparan dan cerita kondisi kita ya silahkan di putuskan sendiri.”imbuhnya menutup pembicaraan .(And/Osr)

 

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com