Pemasaran Gula Aren BUMdes Payak, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

Pemasaran Gula Aren BUMdes Payak, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Payak, Kecamatan Serasan Timur, saat ini sukses kembangkan produksi Gula Aren (Ijuk) tanpa bahan pengawet.

Gula Aren tersebut dinamakan Gula Aren Payak,  karena memang produksinya dari Desa Payak itu sendiri.

Jika cuaca tidak hujan, dalam satu hari BUMDes Payak mampu memproduksi Gula Aren mencapai 20 Kg per hari.

Namun sayangnya upaya mendongkrak perekonomian masyarakat oleh BUMDes Payak ini dinilai tidak dipandang serius oleh Pemerintah Daerah.

Pemasaran Gula Aren BUMdes Payak, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

Sehingga pemasarannya pun tidak maksimal, hal ini dikarenakan produk tersebut belum dapat dipasarkan secara luas karena belum mempunyai brand, yang mana syaratnya harus memiliki legalitas, sertifikat halal, BPOM.

Diketahui dalam pengelolaannya, saat ini BUMdes Payak hanya mengantong izin layak kosumsi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) saja.

Sementara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang khusus membidangi kegiatan tersebut, belum ada campur tangan sedikitpun.

Tentunya hal ini menjadi keprihatinan tersendiri dikalangan masyarakat. Betapa tidak, sebuah Desa yang hendak mencoba berusaha bangkit mendongkrak perekonomian masyarakat Desa, menjadi lamban hanya minimnya izin label Halal

“Kenapa kami belum bisa menyebarluaskan hasil produksi ini, karena belum ada label halal nya, saat ini yang kami dapat izinnya dari Dinkes bahwa gula ini layak di kosumsi, Padahal kami sudah pernah mengajukan bagaimana pemasarannya supaya lebih di kenal luas lah”, ujar Kades Payak, Aryadi.

Lanjut Aryadi Mengatakan, produksi Gula Aren Payak sendiri sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu. Namun pada saat itu masih keterbatasan alat produksi.

Pemasaran Gula Aren BUMdes Payak, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

“Tahun ini Alhamdulillah kita sudah punya alat untuk mengolah Gula Aren, dan rencananya tahun depan kita tambah lagi alatnya”, pungkas Aryadi. Sabtu, (15/08/2020) siang.

Sementara Badan Pembina Desa (Babinsa) Payak, Serda Hendry dari satuan Koramil 06/Serasan juga turut merasa prihatin akan hal tersebut.

Sebagai wilayah binaan, pihaknya berharap Pemerintah Daerah sentiasa memberi dukungan terhadap wilayah sebagai upaya percepatan pembangunan.

“Desa Payak merupakan wilayah binaan saya, tentu kita juga merasa prihatin. Semoga Pemerintah Daerah lebih serius akan hal ini”, pungkasnya. (Zal).