Gedung KNPI Lingga Terbengkalai, Dana CSR Pertamina Sia-sia?

kepritoday.com – Bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas pemuda di Kabupaten Lingga, yakni Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), kini terbengkalai dan memprihatinkan. Dibangun sekitar tiga tahun lalu dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina senilai Rp 400 juta, gedung ini justru dibiarkan tak terurus, dipenuhi semak belukar dan sampah.

Kondisi ini terungkap dari penuturan salah seorang masyarakat Lingga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media pada Minggu (6/7). Menurut sumber tersebut, gedung yang seharusnya berfungsi sebagai sekretariat KNPI ini tidak pernah ditempati sejak selesai dibangun.

“Kalau tak salah dengar di tahun itu anggarannya dari Corporate Social Responsibility (CSR) bang sekira 400 juta,” ujarnya.

Masyarakat menyayangkan pemborosan anggaran ini. “Jika tidak ditepati, untuk apa dibangun? Kalau tidak digunakan serahkan ke Pemerintah Daerah daripada mubazir,” tutur sumber tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Kabupaten Lingga, Shefi Nugraha, membenarkan bahwa gedung tersebut memang belum masuk dalam daftar aset daerah. “Gedungnya belum terdaftar sebagai aset daerah. Keberadaannya sudah terlantar bahkan sebelum saya menjabat sebagai Kabid Aset,” jelas Shefi.

Shefi menambahkan bahwa keterlantaran gedung terjadi karena Pemerintah Daerah (Pemda) tidak memiliki kewenangan untuk mengelolanya.

“Karena belum terdaftar sebagai aset daerah, kami selaku Pemda tidak punya wewenang mengurus gedung itu. Gedung tersebut masih milik Pertamina yang dibangun untuk mendukung fungsi kepemudaan dan dialokasikan sebagai sekretariat KNPI,” ujarnya.

Pihak Pemda Lingga tidak tinggal diam. Shefi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkali-kali mengirim surat resmi kepada Pertamina untuk membahas status gedung dan berharap gedung itu bisa dihibahkan ke Pemda.

“Saya justru merasa terbantu dengan diangkatnya isu ini. Saya beserta jajaran telah beberapa kali mengirim surat resmi kepada Pertamina, namun hingga kini belum ada balasan,” harap Shefi. “Kami berharap gedung itu bisa dihibahkan ke Pemda agar bisa kami rawat dan manfaatkan, sehingga tidak lagi terbengkalai.”

Shefi menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan komunikasi dengan Pertamina agar gedung tersebut dapat dihibahkan. “Tujuannya agar tidak ada lagi gedung yang terlantar, bisa digunakan dengan rapi dan efisien. Kondisi terbengkalai seperti ini jelas termasuk pemborosan (mubazir),” pungkasnya.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi gedung yang sangat miris, dikelilingi semak ilalang tebal, sampah daun kering berserakan, dan jaring laba-laba di setiap sudutnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait dari Pertamina belum berhasil dikonfirmasi.

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com