AKBP (Purn) Maymuspi, SE, MM Dilantik Sebagai Ketua Porbi Padang Pariaman

AKBP (Purn) Maymuspi, SE, MM Dilantik Sebagai Ketua Porbi Padang Pariaman
Ketua Porbi Padang Pariaman AKBP (Purn) Maymuspi, SE, MM (kanan) bersama Ketua Porbi Sumbar, Verry Mulyadi.

“Dalam AD/ART Porbi, Organisasi Ini Netral, Tidak Tersangkut Dengan Kekuatan Partai Politik Manapun”

PARIAMAN, Kepritoday.com – Pengurus Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Provinsi Sumatera Barat, Bermansyah melantik dan mengukuhkan Ketua Porbi Kabupaten Padang Pariaman, AKBP Maymuspi, SE, MM di Aula Rumah Makan Sambalado, Kurai Taji, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (30/11).

Ketua Porbi Padang Pariaman Maymuspi mengatakan, pengukuhan ini adalah wujud dari kebersamaan seluruh muncak dan anak muda di bawah penasehat niniak mamak.

“Rasa Kebersamaan dan kekeluargaan, dicerminkan oleh ajing seekor, galah sebatang, rimba setumpak”, ungkapnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Epi Karuik ini menyebutkan bahwa sakit berjenguk, luka bertawas, menjadi tradisi dalam membesarkan organisasi Porbi.

“Porbi Padang Pariaman harus bersatu, jangan dijadikan keranah politik. Porbi ini adalah budaya Minangkabau khusus di daerah Piaman masih kental memakai adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyang kita dahulu yang harus kita pertahankan dan harus kita sampaikan kepada sanak kemanakan kita tentang adat berburu di daerah kita satu-satunya yang memakai adat berburu di alam Minangkabau sampai saat ini adalah Piaman”, papar Maymuspi.

Ia juga mengatakan, dulunya memang sama cara berburu di Minangkabau, berburu di Piaman adalah budaya artinya suntiang dek mamak, pamenan dek kito nan mudo.

Hal senada juga ditegaskan, Sekretaris Porbi Sumbar Bermansyah menyebutkan, bahwa dalam AD/ART Porbi, organisasi ini netral, tidak tersangkut dengan kekuatan partai politik manapun.

Bermansyah menilai, Porbi Padang Pariaman cukup kuat dan besar dan menyebar di seluruh pelosok nagari.

Ditempat yang sama, Asril Mukhtar Datuak Rangkayo Basa mengatakan, persoalan buru babi, muncak dan kelengkapan buru lainnya adalah kepunyaan niniak mamak.

“Niniak mamak punya ulayat dan kepunyaan itu dipersalangkan ke muncak dan anak muda”, jelasnya.

Asril Mukhtar menginginkan, Porbi Padang Pariaman punya kekuatan yang disandarkan pada nilai adat dan budaya yang berlaku di Padang Pariaman.

Sementara itu, salah seorang tokoh adat Ulakan Tapakis, Datuak Jambak mengatakan, bahwa kebersamaan Porbi Padang Pariaman tidak boleh berjupang dua.

“Porbi harus satu, dan jangan dipecah oleh kekuatan manapun”, tegasnya.

Pelantik dan pengukuhan Ketua Porbi Kabupaten Padang Pariaman tersebut dihadiri ratusan niniak mamak dan muncak rajo se Padang Pariaman. (Tim)

Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com