Walikota Kembali Tegaskan Bongkar Bangunan Pasar Ikan Yang Menyalahi Aturan

18

pasar
H. Lis Darmansyah, SH walikota Tanjungpinang Bersama Direktur BUMD, Eva Amalia

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com : H. Lis Darmansyah, SH, Walikota Tanjungpinang, dengan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) kepasar ikan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Tanjungpinang Makmur Bersama yang berada di Pelantar KUD Kelurahan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang, Selasa (29/4). Turut bersama walikota, Direktur BUMD, Eva Amalia, Staff BUMD, Nazar dan pelaksanaan bangunan,Yanto.

Sidak Walikota Tanjungpinang kepasar ikan KUD ini, untuk yang kedua kalinya, dimana sebelumnya Walikota mengunjungi pasar KUD terkait protes masyarakat atas pembangunan lahan parkir yang akan menjadi lapak ikan. Pada kunjungan pertama, Lis meminta agar bangunan pasar yang saat ini sudah menjadi dua tingkat tersebut segera dibongkar dan dikembalikan fungsinya seperti semula sebagai lahan parkir.

pasar1
Walikota, H. Lis Darmansyah, SH, Bersama Kasatpol PP, Drs. Surjadi, MT, dan Yanto Pelaksana Proyek Pasar Ikan

Walikota selain memerintahkan pihak BUMD untuk membongkar bangunan tersebut, juga  memberikan surat resmi kepada direktur BUMD agar segera melasanakan instruksi tersebut.

“Saya perintahkan kepada Direktur BUMD agar membongkar kembali bangunan ini, dan kembalikan fungsinya seperti semula, karena lokasi ini diperuntukkan sebagai lahan parkir,” ujar walikota.

Namun instruksi itu seolah-olah diabaikan oleh, Eva Amalia, Direktur BUMD, maka walikota kembali menyambangi pasar ikan di pelantar KUD tersebut. Pada kunjungan yang kedua kalinya ini, walikota tetap menegaskan agar bangunan pasar tersebut harus dibongkar.

“Saya tegaskan sekali lagi, banguan ini harus dibongkar, agar lahan ini bisa berfungsi seperti semula, agar para pedagang dan pembeli nyaman berbelanja di pasar ikan ini,” ujar Lis.

Di jelaskan Lis, kalau lokasi itu dibangun dan dijadikan lapak pedagang, tentu lahan parkir tidak ada, konsumen yang berkunjung kepasar, tentu kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya, sehingga dapat mengakibatkan pasar tersebut menjadi sepi sehingga pedagang akan merugi.

Ketika disinggung kondisi Pasar yang dikelola BUMD, yang sudah berjalan hampir empat tahun dibawah kepemimpinan Eva Amalia, walikota menilai BUMD sedang sakit dan kondisi pasar semraut.

“Saat ini BUMD sakit, harus di injeksi, kondisi pasar semraut dan tak terurus,” jelas Lis kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut Lis mengharapkan kepada Direktur BUMD, Eva Amalia, agar mengelola pasar dengan baik, sehingga pengunjung nyaman berbelanja, bukan seperti sekarang ini pasar terkesan tidak terurus, sampah menumpuk disana sini, kotor dan menyebakan bau, mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat.

Sebagaimana yang santer diberitakan oleh berbagai media bahwa sampai saat ini pihak pengelola BUMD belum bisa menghasilkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang.

Lis, membenarkan hal itu memang sampai saat ini belum ada pemasukan untuk pendapatan daerah yang berasal dari BUMD, Lis juga heran mengapa hal itu bisa terjadi, dan yang lebih mengherankan lagi BUMD sampai saat ini belum menyerahkan laporan keuangannya.

“Memang benar BUMD belum menghasilkan, tapi saya juga heran mengapa sampai saat ini laporan keuangannya juga belum diserahkan, ada apa ini,” jelas mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang tersebut. (djoko/ind)

Comments are closed.