Kepritoday.com – Dea Valencia (19 tahun) tergugah hatinya untuk membantu kehidupan para kaum tuna rungu. Pada pertengahan 2011, Dea memutuskan membantu dengan menjual produk batik mereka.
Perempuan yang memang tertarik pada dunia fashion ini mengungkapkan, semangat kerja yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tersebut memukau hatinya.
Usaha hand made pakaian batik ini awalnya hanya mempekerjakan dua pegawai. Namun, seiring berjalannya waktu dengan semakin berkembangnya usaha fashion yang digelutinya, jumlah karyawan hingga saat ini mencapai 36 orang.
“Untuk pekerja, saya gunakan tetangga-tetangga sekitar. Ada dari lembaga tuna rungu yang bekerja menjahit pakaian dari SD Jebres kota Solo itu sekolah penyandang cacat, mereka khusus untuk pasang kancing dan aplikasi baju,” jelasnya kepada merdeka.com dalam acara Mandiri Wirausaha Muda di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1).
Perempuan lulusan sarjana komputer Universitas Multimedia Nusantara tahun 2013 ini memberikan gaji kepada para pegawai yang menyandang disabilitas setara dengan UMP Semarang. Sebab, hand made tersebut didirikan di Semarang yang merupakan kota kelahirannya.
“Ya UMR Semarang untuk mereka mbak,” ucapnya.
Modal awal usaha fashion dengan bahan batik bekas pakai tersebut sebesar Rp 50 juta dengan harga jual hasil produksi berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1,25 juta. Untuk saat ini, setiap bulannya, dia dapat memproduksi 800 item pakaian.
Pakaian yang didesain oleh Dea sendiri itu kini sudah diekspor hingga Norwegia, Belgia, Singapura, dan Malaysia. Pangsa pasar batik tuna rungu itu yakni perempuan usia 20 tahun hingga 60 tahun.
“Saya jual via online ( facebook) dan per orangan,” ucapnya.
Sumber:merdeka.com
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com










