KEPRITODAY.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2026. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan target tersebut saat meresmikan salah satu unit SPPG.
Peresmian dilakukan di SPPG Usman Harun, Teluk Keriting, Tanjungpinang, pada Jumat (30/1/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza. Pemotongan pita menandai resmi beroperasinya unit tersebut.
Pembangunan SPPG di Kepri menunjukkan progres positif. Capaian saat ini telah mencapai 77,8 persen secara keseluruhan. Khusus di Kota Tanjungpinang, sudah berdiri 20 unit SPPG, termasuk yang baru diresmikan dan dikelola Yayasan Garuda Bakti Pertiwi.
Progres Pembangunan SPPG di Wilayah Kepri
Pemerintah Provinsi Kepri fokus mempercepat pembangunan di berbagai daerah. Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memiliki sekitar 150 titik dengan capaian mendekati 90 persen. SPPG reguler ditargetkan rampung hingga 70 persen pada tahap awal.
Target akhir tetap 100 persen operasional pada 2026. Hal ini mendukung distribusi makanan bergizi secara merata. Wagub Nyanyang meninjau fasilitas dapur dan ruang distribusi pasca-peresmian untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta peralatan.
Peran Strategis SPPG dalam Program Makan Gizi Gratis
Program Makan Gizi Gratis merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat. SPPG memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“SPPG harus benar-benar menjadi garda terdepan dalam memastikan pemenuhan gizi yang berkualitas dan merata,” tegas Wagub Nyanyang. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara peresmian.
Unit SPPG Usman Harun menjadi contoh implementasi program tersebut di tingkat lokal. Pengelolaan oleh yayasan menunjukkan keterlibatan masyarakat. Tinjauan langsung oleh Wagub memverifikasi mekanisme pendistribusian makanan bergizi.
Komitmen Pemerintah Provinsi Kepri
Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur SPPG. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Target 100 persen operasional pada 2026 memerlukan percepatan di wilayah pulau-pulau.
Progres 77,8 persen menunjukkan komitmen kuat. Wilayah 3T mendapat prioritas tinggi. Capaian mendekati 90 persen di area tersebut mendukung pemerataan akses gizi.












