pemko pinang

Sudah Tiga Bulan Tutup, Ini Keluhan Para Pekerja Hiburan Malam

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Sejumlah pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) seperti Pujasera, Karaoke, Permainan Ketangkasan bahkan para pedagang di Kota Tanjungpinang mulai mengeluhkan kesulitan ekonomi.

Hal itu turut dirasakan Agus, Lina, tutik, ilham, dan ratusan pekerja lainnya setelah hampir 3 (tiga) bulan lamanya mereka tidak lagi bisa bekerja akibat imbauan pandemi Covid-19.

Aini, Istri Agus kepada media ini mengatakan sudah hampir 3 bulan suaminya dirumahkan sedangkan anak-anak perlu makan, masuk sekolah dan lain-lain, jadi mau di bayar pakai apa. Ungkapnya, Selasa (29/6/2021) disalahsatu kedai kopi di Tanjungpinang.

“Hampir 3 bulan suami saya dirumahkan sedangkan anak-anak perlu makan, mau masuk sekolah. Jadi mau bayar pakai apa? Mau pinjam uang Bos terus-terusan sudah tidak bisa,” katanya.

Beda halnya dengan Tutik, sejak 3 (tiga) bulan tidak lagi bekerja, dia mengaku sudah 2 (dua) bulan menunggak uang kontrakan rumah karena tidak punya uang untuk membayar, hutang dikedai juga sudah menumpuk.

“Sejak tempat kerjaan ditutup akibat imbauan pandemi Covid-19, sudah 2 (dua) bulan saya menunggak uang kontrakan rumah dan hutang dikedai juga sudah menumpuk,” keluhnya.

Imbauan tutup disaat Covid itu boleh-boleh saja, tapi tolong juga dipikirkan nasib-nasib kami. Carikan solusi agar kami tetap bisa bekerja untuk menutupi kebutuhan hidup.

“Jika ada kekhawatiran di tempat kerja kami, Pemerintah kan bisa melakukan perketatan Protokol Kesehatan (Prokes) bukan malah memutus cari makan kami, Tolong jangan kami dijadikan objek terkait isu penyebaran Covid-19,” tutur Tutik

Kepada Pemerintah, khususnya Pemko Tanjungpinang kami meminta agar kembali memberikan peluang untuk kami tetap bisa bekerja meskipun harus berdamai dengan Covid-19,” pungkasnya. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.