Pelabuhan Tikus di Batam Tempat Penyeludup Legal Rokok Non Cukai

79

BATAM, Kepritoday.com – Disela kesibukan penegak hukum bersama pemerintah memerangi virus Covid -19, oknum nakal sepertinya tetap menjalankan aksinya untuk menangguk keuntungan disituasi social distancing saat ini.

Seperti dikutip dari media di Batam yang memberitakan 5 unit mobil box dan1unit mobil L300 yang diduga bermuatan rokok masuk ke pelabuhan tikus seputaran Air Raja Dapur 3 Kecamatan Galang, sekitar pukul 23.10 Wib pada Jumat (20/03/2020).

Rokok yang akan dimuat didalam kapal itu diduga akan diedarkan diluar kota Batam, dengan dugaan sementara bermerk Luffman dan H Mild. Rokok merk Luffman dan H Mild memang menjadi idola para penyelundup rokok untuk diedarkan diluar kota Batam karena perbedaan harga akibat fasilitas bea yang diterimanya.

Beberapa waktu lalu, aktivis Batam mendesak perusahaan yang memproduksi rokok itu untuk segera ditutup dan meminta bea cukai melakukan audit terhadap perusahaan rokok tersebut.

Menurut aktivis, kuota rokok khusus Batam tidak transparan, sehingga melahirkan kuota gelap yang dapat dideteksi dari maraknya rokok khusus Batam beredar diluar pabean Batam.

Disisi lain salah satu sumber informasi dari beberapa media yang dapat dipercaya mengatakan, permainan itu sudah cukup lama berjalan.

Menurutnya, banyaknya pelabuhan tikus di Barelang yang dijadikan tempat aktivitas penyeludupan rokok.

Pilihan para pengusaha yang hendak menyelundupkan barang barang illegal melalui pelabuhan tikus di kawasan Barelang juga dipicu karena kurangnya pengawasan pihak berwenang, terang sumber. (Irs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.