Pasca Aksi Pembakaran Rumah, Situasi Batam Aman Dan Kondusif

whatsapp-image-2016-11-12-at-09-11-48
Plt, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP. Drs. S. Erlangga, menyatakan bahwa Batam Aman dan Kondusif

BATAM, Kepritoday.com –  Terkait kejadian aksi penolakan warga Kampung Harapan Bengkong Sadai, terhadap kasus eksekusi lahan sengketa tersebut, Plt. Kabid Humas Polda Kepri AKBP Drs. S. Erlangga diruang kerjanya menerangkan tentang situasi Kota Batam Hingga saat ini terdapat dalam keadaan aman dan terkendali.

Plt. Kabid Humas Polda Kepri, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam terkait beredarnya Rumor di Media Sosial yang akhir-akhir ini menyampaikan bahwa di Batam akan berlangsung aksi Demo besar-besaran pada tanggal 14 sampai dengan 16 November 2016, dan pasca aksi pembakaran rumah oleh warga kampung harapan swadaya Bengkong Sadai, yang menggambarkan seolah-olah Kota Batam saat ini dalam kondisi yang rusuh dan kacau.

Hal tersebut tidaklah benar, “ Sampai saat ini situasi Kota Batam Aman dan Kondusif, pihak Kepolisian masih terus bekerja, baik siang maupun malam, unit-unit patroli masih terus berlangsung baik dilingkungan perumahan warga, pusat keramaian maupun di tempat-tempat kegiatan Masyarakat.

Sehubungan dengan aksi anarkis yang terjadi di Kampung Harapan swadaya Bengkong Sadai Batam, Plt. Kabid Humas menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi pada saat Eksekusi lahan seluas 4,082 hektare, milik PT. Glory Point, yang ditempati oleh warga di Kampung Harapan Swadaya, Bengkong Sadai, Batam.

Kejadian terjadi pada Selasa. (08/11) beberapa hari lalu, Baca : (Tolak di Eksekusi Oleh PN Batam, Warga Kampung Harapan Bengkong Sadai Lakukan Aksi Bakar Rumah), Tim eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Batam yang dibantu 570 personil polisi dan TNI dihadang dan diserang ratusan warga dengan bom molotov, Warga juga membakar ban bekas untuk menghalangi langkah tim eksekusi.

Dalam aksi tersebut, sebagian bom molotov yang dilemparkan warga mengenai salah satu rumah di Perumahan Glory Home, yang lokasinya bersebelahan dengan lahan yang dieksekusi, api langsung cepat membesar dan merembet kerumah lainnya, selanjutnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang sudah disiagakan langsung dikerahkan untuk memadamkan api.

” Sampai saat ini situasi sudah terdapat dalam keadaan aman dan terkendali, kedepannya eksekusi lahan tersebut dilakukan dengan cara pendekatan, baik dari pemerintahan maupun pendekatan dari pengusaha dengan mencari solusi yang terbaik.” Kata Erlangga (13/11).

Erlangga juga menekankan, bahwa Kota Batam Merupakan Kota Madani yang masyarakatnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama, ras dan suku serta saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara, jadi tidak benar berita di Sosial Media yang menyatakan bahwa akan ada pengusiran terhadap etnis tertentu di Kota Batam. Tutupnya. (And)