Masih Minimnya Kesadaran Masyarakat Dengan Arti dan Makna Kemerdekaan

Pedagang atribut bendera merah putih di tepi jalan S.Parman Sei Beduk

Pedagang atribut bendera merah putih di tepi jalan S. Parman Sei Beduk

BATAM, Kepritoday.com – setiap tahun, tepatnya tanggal 17 Agustus, adalah merupakan hari lahirnya kemerdekaan negara kita yang kita cintai ini, dan ternyata tanggal 17 agustus, hanya ada dua negara didunia saja yang merayakan kemerdekaan yakni Indonesia dan Republik Gabon, Republik Gabon adalah sebuah negara di Afrika bagian barat, yang hari kemerdekaannya sama dengan Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Kemerdekaan RI selalu disemarakan, dimeriahkan dengan aneka perlombaan mulai dari tingkat RT/RW hingga kekalangan menengah keatas, adapun beberapa kegitan seperti tarik tambang, balap karung, panjat pinang dan sebagainya, bukan lagi hal yang baru dimasyarakat kita, bahkan hiburan rakyat lainnya hingga mendatangkan artis ibukota.

Namun dalam hal kesadaran masyarakat dalam memasang atribut bendera merah putih di moment bulan Agustus sudah sangat berkurang, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan kesadaran dalam mengenal sejarah Indonesia dalam memperebutkan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Faktor dari kesadaran masyarakat dalam memasang bendera selama bulan Agustus, dikarenakan kurangnya kepedulian akan sejarah bangsa, dan kurangnya sosialisasi dari pihak pemerintah, walau ada anjuran dari pihak pemerintahan setempat untuk memasang bendera di perkantoran-perkantoran, pedesaan dan perkotaan hingga pekarangan rumah. Namun tetap masyarakat kita hanya sebahagian saja yang paham dengan arti sebuah kemerdekaan.

Ani Lestari (tengah) dalam sebuah acara di Planet Holiday Hotel Batam

Ani Lestari (tengah) dalam sebuah acara di Planet Holiday Hotel Batam

Sepertinya, karena sekarang zaman sudah maju, jadi untuk mengenal sejarah kurang mementingkan. Pemerintah juga belum maksimal dalam memberikan himbauan untuk memasang bendera merah putih dan kurang peduli akan makna dari kemerdekaan RI.

Ketika Kepritoday.com, mendatangi salah satu pedagang atribut bendera dipinggiran tepi jalan, sebut saja Riky, mengaku dagangannya masih sepi. Atribut bendera seperti tiang bendera, umbul-umbul dan bendera merah putih dijual dengan harga variasi mulai dari Rp.25,000 hingga Rp,150,000.

” Sepi mas,dalam satu hari hanya terjual 50 buah bendera saja karena hampir disemua titik jalan banyak yang jual, dan sekarang sudah mulai ramai juga yang menjual bendera mas.” Kata Riky.

Dalam kesempatan ini, salah satu aktivis sosial Batam, Ani Lestari mengatakan, segala sesuatu harus dimulai dari diri sendiri, nah sudahkah para pejabat memberi contoh pada masyarakatnya. Mayoritas mereka hanya bisa menyuruh tapi memberi teladan jauh dari disiplin, makanya masyarakat kurang peduli, bagus lagi bila pejabat turun kelapangan temu muka memberi bendera, mencontoh kemasyarakat kan asyik tuh. Ujar Ani.

” Jangankan 5 hari didepan rumah, orang yang militan hampir tiap hari bahkan awal agustus itu sudah pasang sampai akhir bulan, bila perlu.” Kata Ani

Ingat demi mendapatkan merah putih tak hanya harta benda tapi nyawa dipertaruhkan, jiwa yang patriot tak akan gampang melupakan dan justru harus saling memberikan teladan, jangan kalah dengan WNA yang telah tinggal lama dan bangga mengibarkan sang saka merah putih, masak memasang dan mengibarkan bendera harus disuruh. Jelas Ani lagi.

” Mari tanamkan jiwa yang teguh dan bangga memiliki sang saka merah putih.” Pungkasnya. (Andri)

 

Top