JAKARTA, Kepritoday.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona varian B.1.1.529 atau Omicron sebagai “varian yang mengkhawatirkan” (variant of concern/ VOC) sejak Jumat (26/11/2021).
WHO menyebut bahwa varian baru ini kemungkinan akan menyebar lebih cepat daripada varian lain sebelumnya, dan sejauh ini kurang dari 100 urutan sampel telah dilaporkan.
Omicron, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, disebut-sebut sebagai varian yang memiliki banyak strain atau mutasi. Jumlahnya melebihi strain dari varian Alpha, Beta, hingga Delta yang masih mendominasi saat ini.
Dua negara tetangga Indonesia, yaitu Singapura dan Malaysia, belum lama ini telah mengumumkan varian baru dari virus Covid-19, Corona AY.4.2, sudah masuk wilayahnya.
Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Kerjasama Antar Desa Seluruh Indonesia (DPP BKADSI), Dr. H. Sindawa Tarang, SH.MM.MH, mengingatkan agar masyarakat Indonesia jangan lengah dan tetap waspada.
Kendati angka kasus infeksi virus corona saat ini cenderung melandai, hal tersebut tidak lantas membuat kita merasa aman dari penyebaran Covid-19. Namun, kehadiran dari varian baru virus corona ini juga jangan sampai membuat kita khawatir berlebihan.
“Jangan sampai itu menjadikan kita khawatir, cemas, ataupun takut, melainkan kita harus tetap yakin dan percaya kepada Allah SWT, harus lebih waspada, dan tetap disiplin menerapkan prokes (protokol kesehatan),” kata Bung ST panggilan akrab sindawa Tarang saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat koordinasi Nasional BKADSI di Hotel Orchardz Jakarta pusat, Jumat (17/12/2021).
Meski varian baru virus ini belum terdeteksi ada di Indonesia, Bung ST mengatakan bahwa saat ini pemerintah dan masyarakat harus tetap waspada. Terlebih bagi pengurus BKADSI, terutama Kepala Desa yang menjaga wilayahnya untuk lebih memperhatikan prokes.
Bung ST mengingatkan bahwa kesehatan bukanlah segalanya, namun tanpa kesehatan, semuanya tidak berarti apa-apa.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan Indonesia Darurat varian baru virus Corona yaitu varian Omicron.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin video conference yang diikuti seluruh Kepala Daerah di seluruh Indonesia, Kamis (16/12).
Ada tiga hal yang disampaikan oleh Presiden diantaranya Jokowi memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Daerah untuk terus gencarkan proses vaksinasi, terutama untuk lansia. Dikarenakan 6 minggu terakhir tren laju suntikan mengalami penurunan.
Kedua, Jokowi terus mengingatkan tetap patuhi protokol kesehatan, jangan lengah karena banyak rakyat Indonesia yang menganggap bahwa virus ini sudah tidak ada. Maka disinilah pentingnya peran Pemerintah Daerah.
Terakhir Jokowi menginstruksikan untuk memperkuat testing dan tracing, terutama di permukiman padat penduduk. Pemerintah bersama TNI, Polri dan lembaga lainnya harus terus berkoordinasi, memantau serta mengejar target tracing sebagai bentuk mitigasi terhadap penyebaran kasus Covid-19.
Perlu diketahui, Terdapat perbedaan gejala Covid-19 Omicron dengan gejala terpapar virus corona varian lainnya. Gejala Omicron tidak menyebabkan kehilangan penciuman dan perasa. Serta gejala Omicron juga tidak menimbulkan turunnya kadar oksigen di dalam tubuh. Dirangkum dari laman Euro News, gejala Omicron adalah kelelahan, pilek, dan tenggorokan sakit. Sehingga, gejala Omicron lebih mirip dengan orang yang terinfeksi flu ringan. Selain itu, gejala Omicron adalah adanya rasa kelelahan yang ekstrim termasuk rasa sakit di seluruh badan dan kepala selama dua hari. (***)









