Kepritoday.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo kembali menebar teror. Kali ini, aksi brutal dipimpin Elkius Kobak. Mereka menembak seorang warga sipil bernama Indra Guru Wardana di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Minggu (21/9/2025). Tak berhenti di situ, rumah korban juga dibakar hingga rata dengan tanah.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, membenarkan insiden ini. Menurutnya, akses menuju lokasi cukup sulit. Jaraknya jauh dari Polsek Suator, ditambah kondisi komunikasi yang tidak stabil. Hal ini membuat proses pengumpulan data berjalan lambat.
“TKP berjarak cukup jauh dari Polsek Suator dan komunikasi juga tidak terlalu baik, sehingga kami masih terus mengumpulkan data lengkap terkait kejadian ini,” kata Brigjen Pol Faizal.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa jumlah pelaku diperkirakan enam orang. Salah satunya terlihat membawa senjata panjang dengan teleskop. Serangan dilakukan secara mendadak. Korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Setelah menembak Indra Guru Wardana, kelompok ini langsung membakar rumah miliknya. Api cepat melahap bangunan kayu tersebut. Warga sekitar tidak bisa berbuat banyak. Rasa takut membuat mereka memilih menghindar.
Satgas Damai Cartenz segera bergerak setelah menerima laporan. Aparat melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun medan sulit, kondisi geografis Asmat penuh rawa, dan terbatasnya sarana transportasi jadi hambatan utama.
Polri menegaskan bahwa negara tidak akan kalah dengan aksi kelompok bersenjata. Satgas Damai Cartenz melanjutkan pengamanan di wilayah rawan. Mereka berkoordinasi dengan TNI untuk memperkuat patroli. Tujuannya jelas, melindungi masyarakat sipil.
Kombes Pol Adarma menyebut langkah utama adalah memastikan warga merasa aman. Pos pengamanan diperkuat di titik strategis. Pendataan saksi juga dilakukan untuk memperjelas kronologi.
Kelebihan operasi ini, aparat bisa langsung hadir di lokasi rawan meski akses sulit. Namun kekurangannya, respon cepat masih terkendala faktor medan. Kondisi geografis Papua kerap menyulitkan pergerakan pasukan.
Kamu perlu tahu, kelompok Elkius Kobak bukan kali pertama beraksi. Mereka tercatat beberapa kali melakukan penyerangan. Polri menegaskan penyelidikan akan menargetkan jaringan hingga akar, termasuk penyedia logistik dan senjata.
Masyarakat diimbau tetap tenang. Aparat menjamin keselamatan jadi prioritas. Upaya dialog dengan tokoh lokal juga terus ditempuh. Pemerintah berharap warga tidak terprovokasi dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan.
Source = tribratanews
Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com





