PLN Tolak Bantuan Pemkab Natuna

ILYAS SABLI
Ilyas Sabli Bupati Kabupaten Natuna

NATUNA, Kepritoday.com : Ilyas Sabli, Bupati Kabupaten Natuna  mengaku kecewa terhadap PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero, dikarenakan seringnya terjadi pemadaman sehingga merugikan  masyarakat dan pemerintah. “Bukan hanya masyarakat yang kecewa, saya lebih-lebih kecewa bahkan sebagai pribadi saya menganggap hal ini sebagai musibah,” ujar Bupati kepada sejumlah wartawan.

Masih menurut Ilyas Sabli,  Pemerintah Kabupaten Natuna yang tidak ada sangkutpautnya dengan PLN malah di demo habis-habisan oleh masyarakat Natuna karena kondisi PLN yang sangat mengecewakan itu.
Pemerintah Kabupaten Natuna  sangat mengingikan penguatan sumberdaya listrik agar tidak merugikan masyarakat, pemerintah telah mengelontorkan dana  sampai Rp70 miliar lebih pertahun untuk mensubsidi listrik.

Namun pada tahun ini niat baik pemerintah itu ditolak oleh PT PLN dengan alasan mereka tidak perlu disubsidi karena mereka mampu.

“Kita rela negeluarin duit Rp70 miliar lebih agar listrik kita kuat di sini tapi kemudian ditolak oleh PLN,” ujar Ilyas Sabli.

Lebih lanjut Ilyas menjelaskan,  untuk memperkuat daya yang dimiliki PLN, Pemerintah Kabupaten Natuna juga mengadakan mesin listrik yang dikelola  Perusahaan Daerah (Perusda) dan sekarang  tidak diperguanakan lagi oleh PLN.

Ketika mesin listrik milik Perusda  masih dipergunakan oleh PT.  PLN, pihak PT.PLN selalu mengatakan bahwa mesin milik perusda  yang sering mengalami gangguan, sehingga sering terjadi pemadaman.

Namun sekarang mesin tersebut sudah tidak digunakan, malah pemadaman listrik makin lebih sering, sehingga masyarakat merasa tidak terlayani dengan baik.  Pemerintah Kabupaten Natuna  sering sekali melakukan upaya perbaikan dan penguatan daya kepada pihak PT. PLN, baik yang di Tanjungpinang, Batam, bahkan Pekanbaru, tapi tetap saja hasilnya tidak memuaskan.

Bupati Kabupaten Natuna, Ilyas Sabli, berharap kepada pihak PT. PLN untuk bisa serius dan peduli menangani persoalan krisis listrik di Kabupaten  Natuna. Bupati mengaku sudah banyak masyarakat yang datang baik ke rumah maupun ke kantor untuk mengadukan permaslahan listrik.

“Kalau memang PLN tidak mampu katakan tidak mampu. Rp75 miliar saja sediakan untuk listrik kita sanggup, apalagi cuma 5 mega wat. Dulu kita siapkan mesin, kalau mati lampu, mereka salahkan mesin listrik kita rusak. Apalagi kalau benar-benar listrik kita rusak. Sekarang rusak kita juga yang dijadikan kambing hitam, kan malu saya, ” ujar Ilyas Sabli kesal.(tim redaksi)

Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com