Walikota Tandatangani Berita Acara Pengelolaan RO

6

IMG_0657
Walikota Tanjungpinang, H.Lis Daemansyah,SH, menandatangani Berita Acara Serah Terima Sementara Pengelolaan Lokasi RO (Reverse Osmosis) di Pulau Penyengat , Jumat (7/3) di aula Kantor Walikota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG,Kepritoday.com : H. Lis Darmansyah, SH, Walikota Tanjungpinang, bersama Ka.SNVT PKPAM, Provinsi Kepulauan Riau, Ir.Paulus Sule Patandean,MM, menandatangani berita acara serah terima sementara pengelolaan lokasi RO (Reverse Osmosis) di Pulau Penyengat , Jumat (7/3) di aula Kantor Walikota Tanjungpinang.

Penandatanganan berita acara ini berarti pengelolaan dan pengoperasian instalasi RO yang berlokasi di Kampung Bulang Pulau Penyengat sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang.

Lis mengatakan, instalasi RO yang berada di Pulau Penyengat secara asset masih milik pemerintah pusat. Sebelum diserahkan ke Pemko, pengelolaan RO masih dilakukan oleh warga setempat sehingga pengelolaan sempat terhenti beberapa waktu karena ada beberapa komponen instalasi yang dicuri. Dengan diserahkannya pengelolaan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, maka pemerintah daerah akan berupaya mengoptimalkan operasional RO yang tadinya hanya menghasilkan 6 kubik per hari menjadi 54 kubik per hari.

“Jumlah ini mungkin tidak bisa mengatasi masalah kesulitan air bersih di Pulau Penyengat, tapi setidaknya bisa membantu mengurangi masalah krisis air bersih.” Ujar Lis. Secara fisik dan biologis, air yang dihasilkan dari instalasi RO ini sudah layak minum. Inslatasi RO di Pulau penyengat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan infrastruktur mendesak, dengan demikian Lis berharap pengerjaan proyek RO di depan Lantamal IV Kota Tanjungpinang dapat segera diselesaikan dan dioperasikan demi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air baku.

Paulus Sule Patandean mengatakan, RO di Pulau Penyengat merupakan salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan pelayanan air minum secara kualitas dan kuantitas bagi masyarakat di Pulau Penyengat mengingat pualu tersebut merupakan wilayah perkotaan yang belum memiliki sumber air yang memadai. Dengan diserahkannya pengelolaan RO di pulau Penyengat kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, Paulus kembali mengingatkan agar Pemko Tanjungpinang segera menyiapkan surat penerimaan asset agar dapat segera diproses sehingga baik asset dan pengelolaannya dapat sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kota Tanjungpinang.(red/hum)

Comments are closed.