
TANJUNGPINANG, Kepritoday.com : Kota Tanjungpinang ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Keadaan ini membuat warga Kota Gurindam menjadi marah dan kesal akibat ulah Perusaan Listriki Negara (PLN) Persero. Semua kekesalan dan kemarahan warga baik berupa telepon maupun berbentuk Short Massage Service (SMS) ke ponsel milik walikota Tanjungpinang.
H. Lis Darmansyah, SH, menanggapi keluhan warganya tersebut langsung turun tangan dan mendatangi kantor PLN di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang, Kamis (27/3). Kedatangan walikota bertujuan untuk berkomunikasi langsung dengan pihak PLN serta mencari tahu penyebab terjadi pemadaman bergilir.
Kehadiran walikota di kantor PLN diterima oleh Tajuddin, Asisten Manager Transaksi Energi mewakili Manager PLN yang sedang Pendidikan dan Latihan (Diklat) di Palembang Sumatera Selatan. Pada kesempatan itu pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada warga Tanjungpinang karena ketidak nyaman akibat pemadaman bergilir.
Menurut Tajuddin, PLN sedang melakukan investigasi atas kerusakan yang terjadi pada Axial Vibration pada turbin unit 1 PLTU Galang Batang yang menyebabkan menurunnya daya dari 15 MW menjadi 7,3 MW. Saat ini PLN sedang mengusahakan perbaikan atas kerusakan yang terjadi dan berupaya maksimal agar dalam beberapa hari kedepan proses identifikasi dan perbaikan sudah selesai dan tidak perlu lagi dilakukan pemadaman bergilir.
Pada kesempatan itu H. Lis Darmansyah, SH, berharap kepada PLN apapun usaha yang sedang dilakukan agar menginformasikan kepada warga terkait kondisi yang terjadi, agar warga bias mengantisipasi seandainya terjadi pemadaman.
Disamping itu, warga perlu tahu langkah-langkah apa saja yang akan dan telah dilakukan oleh PLN dalam mengatasi kondisi ini sehingga tidak menimbulkan tanda tanya dikalangan warga sebagai pengguna listrik
Pada kunjungan kali ini baik walikota maupun PLN sama-sama berharap permasalahan ini bisa cepat diselesaikan. Mestipun PLN tidak berada dibawah naungan Pemerintah Kota(Pemko) Tanjungpinang, tapi Pemko tetap berkewajiban untuk berkoordinasi dengan PLN.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan permasalahan yang terjadi sekaligus untuk memberikan dukungan dan bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh PLN yang bisa dilakukan oleh Pemko Tanjungpinang dalam mengatasi masalah ini,” ujar H. Lis Darmansyah, SH.(ind/hms)










