Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Daerah Dan Bank Indonesia

Jpeg

Press Conference Bank Indonesia, Terkait Hasil Rapat Koordinasi Dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

BATAM, Kepritoday.com –  Rapat Koordinasi ini adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur maritim, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendorong peningkatan kepariwisataan. Rapat ini dilaksanakan di Batam, Jumat. (12/08).

Gubernur Bank Indonesia, mengatakan, hasil dari Rakor tersebut dalam press Conferencenya, bahwa, dengan diadakannya Rapat Koordinasi ini, paling tidak yang hadir adalah, Menteri Koordinator Kemaritiman, Menteri Pariwisata, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, dan tiga Gubernur Provinsi dalam hal ini Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Sumatera Utara, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, juga hadir dalam pertemuan ini Kepala BP Batam.

“ Dalam Rakor ini, kita mendiskusikan bagaimana untuk mempercepat infrastruktur kemaritiman, dan ini tujuannya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi lebih kuat, dan kita menyadari kalau bicara kemaritiman bukan hanya kemaritiman tetapi juga termasuk pelayaran, pelabuhan, galangan kapal, pariwisata sampai kepada perikanan.” Jelas Gubernur Bank Indonesia.

Ditambahkannya, selain mendiskusikan tentang kemaritiman, kita juga membicarakan tentang  kepariwisataan, khususnya wisata bahari dan membicarakan bagaimana infrastruktur bukan hanya infrastruktur fisik ataupun yang soft serta infrastruktur yang terkait sumberdaya manusia.

Jadi, dalam rapat koordinasi ini, kita mendapat beberapa kesimpulan, dan kesimpulan tersebut  diantaranya adalah, kita akan menerapkan satu kebijakan satu petak rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang dari Kemenko Kemaritiman, kita menerapkan perencanaan dini akan selaras dengan program kerja dari kementerian-kementerian lain yang terkait.

Dan, kita juga akan selaras dengan program kerja pemerintah daerah atau pun lembaga terkait, dengan menerapkan program kerja umpamanya, design kapal juga bisa diarahkan sehingga dapat  terwujud standarisasinya, dan dapat memudahkan produksi pada kapal dengan jauh lebih efesien.

Selain itu, kita juga membicarakan tentang upaya mengintegrasikan pengembangan infrastruktur logistik dengan pengembangan wilayah untuk mendukung kolektivitas antar wilayah industri pemukiman, transportasi, perdagangan ekspor impor atau antar pulau yang akan dibebankan didalam bukti-bukti didalam kemaritiman. (Andri)

Top