Penggunaan ADD Kuala Raya Tidak Transparan dan Diduga Ada Anggaran Fiktif

20160808_083459-1

RAB DD Yang Diduga Ada Penggelembungan Material

LINGGA, Kepritoday.com – Presiden Joko Widodo pernah menghimbau kepada kepala desa agar penggunaan dana desa harus transparan dan akuntabel, serta laporannya ditempel di papan setiap RT dan RW.seperti yang dikutip dari hallo apakabar.com

“Silakan dikalkulasi antara ketersediaan barang dengan kebutuhan pasarnya,ditulis minimal angkanya,penggunaaannya, dan ditempel di papan setiap RT dan RW supaya terbuka,”kata Jokowi di hadapan para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Indonesia di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (26/12/2015)

Ternyata himbauan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko widodo ternyata tidak digubris oleh Desa,khusus nya Desa Kuala Raya.selain penggunaan anggaran yang tidak transparan ada juga anggaran yang di duga fiktip serta tidak sesuai dengan kebutuhan.

Berdasarkan dari hasil investigasi kepritoday.com, penggunaan anggaran DD dan ADD di desa kuala raya juga banyak yang bertentangan dengan peraturan Bupati Lingga, Nomor 8 Tahun 2016, yaitu Tentang Pedoman dan tata cara pengadaan barang dan jasa di desa, serta BAB III tentang prinsip dan etika pengadaan barang dan jasa, pasal 3 ayat 1, huruf (b),Efektif yaitu pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

Dan huruf (c) Transparan yaitu semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang dan jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh masyarakat dan penyedia barang dan jasa yang berminat.

20160808_083521-1

Rab DD Yang Diduga Ada Penggelembungan Material

Dan Ayat 2 menjelaskan,pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus mematuhi etika yaitu bertanggung jawab, mencegah kebocoran dan pemborosan keuangan desa serta patuh pada perundang-undangan.

Jadi berdasarkan dari keterangan tersebut, maka sudah jelas penggunaan anggaran Desa Kuala raya tidak mematuhi himbauan Presiden Republik Indonesia serta sudah melanggar peraturan Bupati Lingga nomor 8 tahun 2016.Tentang pedoman dan tata cara pengadaan barang dan jasa di desa.

Seperti yang pernah dirilis Kepritoday.com sebelumnya, (Baca : “RAB DD dan ADD Desa Kuala Raya banyak Anggaran siluman”)

Selain tentang anggaran DD yang digunakan untuk penimbunan halaman Kantor Kepala Desa serta pembuatan tenda, yang dari awal sampai selesai pekerjaannya tidak terdapat papan plang kegiatan, dan RAB nya pun belum sampai ke meja BPD, serta tidak transparan dalam penggunaan anggarannya.

Selanjutnya, dari belasan item pembangunan yang telah dilakukan, dan bahkan ada yang sudah siap dikerjakan, namun, material yang digunakan tidak sesuai dengan RAB nya, seperti, Pengerasan lapangan serba guna, dengan anggaran Rp.66.009.828, sampai selesai, pemasangan batu miring, material berupa Semen hanya 28 sak, namun di RAB nya 90 sak.

Kemudian, pembangunan tembok penahan tanah kuburan, di rab nya semen sebanyak 30 sak, sedangkan pasir hanya 3 kubik.

Selanjutnya, pada kegiatan permainan rakyat yang anggarannya hanya menggunakan dana 17 juta, tapi di RAB nya 36 juta, selain itu banyak tertulis permainan yang tidak dilaksanakan alias permainan siluman.

Ditempat terpisah, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Lingga, Azrah mengatakan, berdasarkan pantauan LAKI, apa yang dilakukan Kepala Desa Kuala Raya dan TPK ini sangat berani, karena telah menandatangai RAB yang jelas-jelas banyak kegiatan yang fiktif serta penggelembungan material yang luar biasa.

Dan, berdasarkan dari hasil investigasi serta RAB yang telah kita dapat, maka kita meminta agar pihak serta instansi terkait segera menindak lanjuti permasalahan ini, dan segera melakukan pengecekan.

” Kita meminta agar pihak yang berwenang segera meninjau dan memeriksa penggunaan anggaran DD dan ADD Desa Kuala Raya ini, karena, berdasarkan hasil investigasi kami, memang banyak item pembangunan yang sengaja melebihkan material, terutama Semen, dan ini bukan kesalahan penghitungan, tapi ada unsur kesengajaan, dan jelas-jelas ada unsur korupsinya.” Kata azrah. (Ramlan)

Top