MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Ikuti 1406 Kafilah Dari 19 Kabupaten dan Kota

????????????????????????????????????

Sekdako Arme, Wawako, H. Genius Umar, Walikota Mukhlis Rahman dan Kabid Penaiszawa, Maswar serta Pymt Kakankemenag Kota Pariaman, Helmi pada rapat persiapan pembentukan tim kepanitiaan MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat di ruang rapat Walikota Pariaman.

PARIAMAN, Kepritoday.com Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, Selasa (21/06), memimpin rapat persiapan pembentukan Tim Kepanitiaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat di ruang rapat Walikota Pariaman. MTQ ke-17 akan melombakan 13 cabang, diperkirakan jumlah kafilah yang akan hadir dari 19 kab/kota sebanyak 1406 orang.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Mukhlis Rahman menyampaikan, Kota Pariaman sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat akan mengonsep kegiatan MTQ bernuansa Wisata dan Islami.

Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat ini sudah lama tidak dilaksanakan di Pariaman, lebih kurang 31 tahun, sejak tahun 1984 dan pada MTQ kali ini, Pemerintah Kota Pariaman akan menjadi tuan rumah dalam peyelenggarakan MTQ-37 pada tahun 2017 mendatang dan menggunakan kesempatan tersebut dengan persiapan yang matang dan konsep yang berbeda dengan daerah lain.

“ Dengan dijadikan Kota Pariaman sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-37, ini peluang bagus dalam pengembangan daerah dan pengembangan agama, tempat penyelenggaraannya dipusatkan dikawasan wisata, Pantai Kota Pariaman, dengan luas areal sembilan hektar dan mimbar utama berada disekitar laguna yang kita sulap jadi pulau buatan dengan luas sekitar dua hektar.” Kata Walikota.

Ditambahkannya, pulau buatan itu akan kita buat tempat mimbar utama beserta tempat hakim menilai karena areanya berada didepan Hotel Safari Inn, Dewan Hakim dapat menginap dihotel yang bersangkutan. papar Mukhlis.

Menurut Walikota Mukhlis Rahman, mimbar utama yang berada ditengah pulau buatan tersebut cukup besar dan dibuat permanen, setalah berakhirnya MTQ, mimbar ini akan dijadikan salah satu destinasi wisata dalam bentuk museum, didalamnya akan ada gambar dan keterangan tentang semua tokoh-tokoh agama pengembang Islam di Kota Pariaman, seperti Syekh Burhanudin, Katik Sangko dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat, yang diwakili Kabid Penyuluhan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa), Maswar, mengatakan, pendanaan berasal dari APBD Propinsi dan APBD Kota dan sumbangan masyarakat.

” Sumber dana MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Barat berasal dari APBD Provinsi dan Kota, kalau Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi hanya menganggarkan dana untuk MTQ tingkat Nasional,” Jelas Maswar.

Untuk teknis penyelenggaraan lomba khususnya di Kota Pariaman pada tahun 2017 mendatang, menurut Kasi MTQ, Kanwil Kemenag Propinsi Sumatera Barat, Yusran, agar tidak ada kecurigaan dari pada kafilah terhadap penilaian hakim, sistim penilaian yang dilakukan nanti memakai sistem e-MTQ.

” Khusus untuk di Kota Pariaman, kita akan menggunakan sistem e-MTQ,” Katanya.

Sistem e-MTQ mempermudah peserta untuk melakukan pendaftaran dan melihat hasil penilaian lomba setiap cabang yang ditampilkan.

Dengan e-MTQ ini, Kafilah juga dapat mendaftar langsung melalui sistem elektronik tanpa harus datang kekantor panitia dan dalam penilaian juga pakai sistem elektronik, setelah peserta selesai lomba dan masing-masing hakim memberikan penilaian langsung dapat diketahui nilai yang bersangkutan dilayar tanpa harus menunggu lama. (Dodoyx)

Top