Harga Beras Naik, Gubernur Ajak Bulog Atasi Kondisi Harga Beras

24
bulog
Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana Saat Menggelar Rapat Bersama Kepala Bulog Tentang Kenaikan Harga Beras

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana mengajak Perum Bulog Riau dan Kepri mengatasi kondisi harga beras di Kepulauan Riau yang terus mengalami kenaikan harga, bahkan hingga mencapai 12 persen di pasaran.

Untuk itu, Penjabat Gubernur Kepri, didampingi Asisten I Pemprov Kepri, Reni Yusneli, Kepala Biro Umum, Misbardi, Kasatpol PP, Mafrizin dan Kepala Kesbangpol Kepri, Syafri Salisman, mendatangi kantor Bulog, di KM 5, Tanjungpinang, Selasa (8/12/2015).

” Kunjungan saya ini untuk mendengarkan penjelasan, menyangkut harga beras yang terus naik di pasaran. Disamping itu, saya juga mengapresiasi Bulog, karena langsung melakukan operasi pasar melihat kondisi ini di Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Bahkan dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga di pasar. Yakni dengan harga Operasi Pasar Rp8400. Hal ini tentu sangat membantu sekali terhadap masyarakat,” Kata Pj. Gubernur.

Untuk mengatakasi kenaikan harga beras di pasaran, Gubernur mau hal ini tidak hanya diatasi oleh Bulog saja, namun secara bersama, termasuk Pemerintah Provinsi Kepri.

“Saya mau masalah ini memang harus diatasi bersama.” Kata Agung.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Riau dan Kepri, Ali Ahmad menjelaskan, khusus Kepri, yang menjadi persoalan adalah soal kenaikan harga, dan hal ini harus ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kenaikan yang kita ketahui bahkan mencapai 12 persen. Dan langkah awal yang sudah kita lakukan adalah melakukan operasi pasar di Batam, Tanjungpinang dan Karimun,” Kata Ali.

Pada kesempatan ini, Ali juga menegaskan, pada dasarnya Bulog memiliki cadangan atau stok beras yang mencukupi hingga 6 bulan kedepan. Adapun stok tersebut berada di Gudang di Dumai, Pekanbaru.

Dan dalam minggu ini juga akan di suplay ke Batam, Tanjungpinang dan Karimun, dengan jumlah masing-masing 1000 ton. Ini juga bagian dari upaya Bulog mengontrol harga beras dan stok di ketiga wilayah ini. (red/hum)

Comments are closed.