Gubernur BI : Kepulauan Riau Di Harapkan Menjadi Lokomotif Transaksi Non Tunai

Sambutan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo dalam festival non tunai di Kepri Mall

Sambutan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo, dalam festival non tunai di Kepri Mall

BATAM, Kepritoday.com – Bank Indonesia dalam kegiatan sehari setelah melaksanakan diskusi publik di Radisson Hotel, pada (12/08) lalu, pada hari keduanya, BI melaksanakan kegiatan Festival Non Tunai Kedaulatan Uang Rupiah dan Pesta Wirausaha Maritim dan Pariwisata 2016 di Kepri Mall Sukajadi Batam, saat ini peredaran uang tunai telah mencapai Rp 560 triliun atau dengan kata lain 99% pembayaran masih dilakukan dengan tunai di Indonesia.

Fenomena ini perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi stabilitas nilai Rupiah dimasa yang akan datang. Pembayaran tunai sudah tidak lagi dianggap sebagai sistem pembayaran yang efisien, akuntabel dan aman di Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, dalam sambutannya menyampaikan, pembayaran tunai dalam transaksi itu punya kekurangan, tunai itu bawanya susah, kadang-kadang kita juga bisa kalau ada pembelian ada kembalian, kita nggak terima kembaliannya, kalau masyarakat sudah mengerti pembayaran dengan kartu ATM dan kartu kredit, sekarang ada cara terbaru dalam sistem pembayaran yakni menggunakan uang elektronik.

” Seperti apa wujud uang elektronik itu? Ada beberapa macam, seperti e-moneye-wallet dan bahkan ada layanan keuangan digital. Sistem pembayaran secara elektronik atau non tunai inilah yang saat ini dianggap lebih aman dilakukan dalam setiap transaksi.” Tutur Agus.

Gubernur Bank Indonesia saat meninjau stand pameran di Kepri MallAgus juga mengatakan, Presiden pun ikut mendorong agar semua transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dilakukan dengan non tunai, Presiden mengatakan, semua pembayaran bantuan sosial untuk masyarakat yang memerlukan termasuk pembayaran di pemerintah daerah sejauh mungkin harus dilakukan secara non tunai.

Ditambahkannya, Jakarta sendiri, sudah meluncurkan Jakarta One sebagai sistem pembayaran non tunai. Kartu ini bisa digunakan untuk tabungan, sebagai identitas dan juga bisa digunakan untuk segala macam pembayaran, mulai dari bayar sewa rumah susun, bayar parkir, bayar transportasi dan untuk bayar masuk kebun binatang.

Sistem pembayaran secara terintegrasi ini diharapkan juga bisa diterapkan dalam semua transaksi di Kepulauan Riau. Pemerintah melalui Bank Indonesia sudah membantu para nelayan Kepulauan Riau dengan pelayanan keuangan terintegrasi melalui peresmian kartu lentera.

“ Ada kurang lebih 1000 nelayan itu sekarang sudah melakukan transaksi untuk tabungan maupun pembayaran menggunakan kartu,” Ujar Agus, usai meresmikan Kartu Lentera.

Agus berharap, dalam dukungannya pada Gerakan Nasional Non Tunai tersebut berjalan lancar. Mari kita di Batam Kepulauan Riau ini, sama-sama memahami bagaimana perkembangan teknologi sistem pembayaran sehingga diantara 34 provinsi diseluruh Indonesia, Kepulauan Riau, harus yang paling cepat mengerti transaksi non tunai. (And)

 

Top