Dandim 0316 Batam, Hadiri Acara Halal Bihalal Paguyuban Pujakesuma Batam

Sambutan Dandim 0316 Batam Letkol Inf.TNI AD Andreas Nanang Dwi di dampingi istri

Sambutan Dandim 0316 Batam Letkol Inf. TNI AD, Andreas Nanang Dwi di Dampingi Istri Menyanpaikan Kata Sambutan Pada Acara Paguyuban Pujakesuma dan PWKT

BATAM, Kepritoday.com – Budaya saling memaafkan ini lebih populer disebut halal-bihalal. Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang.

Dalam hal ini, Paguyuban Pujakesuma Kepri dan Batam serta paguyuban Warga Karanganyar Tenteram / PWKT yang berasal dari sesama satu kampong, mengadakan halal bihalal yang dilaksanakan di Pantai Dangas, Sekupang. Minggu, (31/07).

Acara halal bihalal ini di hadiri oleh Dandim 0316 Batam, Letkol Inf. TNI AD, Andreas Nanang Dwi dan jajarannya, Tokoh Agama, Lurah Sekupang, Masyarakat dan Warga Karanganyar yang ada di Batam Kepri.

Menurut Dandim 0316 Batam terkait kejadian 2 hari lalu insiden di Tanjung Balai Asahan Medan dan Tanah Karo, menjadi cerminan kita dan pentingnya memperkuat jalinan silaturahmi dalam toleransi beragama, kita umat yang sebahagian besar beragama muslim, mari kita jalin persaudaraan, kerukunan umat antar sesama dan etnis dan juga golongan seperti yang kita laksanakan melalui moment silaturrahmi dan Halal Bihalal ini. Kata Dandim 0316 Batam.

“ Bagi seorang muslim yang bertakwa bila melakukan kesalahan, paling tidak harus menyadari perbuatannya, lalu memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, mampu menahan amarah dan memaafkan dan berbuat kebajikan terhadap orang lain.” Jelasnya.

Letkol Inf. TNI AD Andreas Nanang Dwi saat bersalaman dengan warga paguyuban Karanganyar Tentram Batam

Letkol Inf. TNI AD, Andreas Nanang Dwi, Saat Bersalaman Dengan Warga Paguyuban Karanganyar Tentram Batam

Ditambahkannya, menela’ah makna dari Halal-bihalal juga dapat diartikan sebagai hubungan antar manusia untuk saling berinteraksi melalui aktivitas yang tidak dilarang serta mengandung sesuatu yang baik dan menyenangkan. Atau bisa dikatakan, bahwa setiap orang dituntut untuk tidak melakukan sesuatu apapun kecuali yang baik dan menyenangkan. Lebih luas lagi, berhalal-bihalal, semestinya tidak semata-mata dengan memaafkan yang biasanya hanya melalui lisan atau kartu ucapan selamat, tetapi harus diikuti perbuatan yang baik dan menyenangkan bagi orang lain. Katanya lagi.

“ Dan perintah untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada orang lain seharusnya tidak semata-mata dilakukan saat Lebaran. Akan tetapi, harus berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.” Jelas Dandim lagi.

Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas rumpun bangsa tersebut merefleksikan bahwa Islam Di Negara-Negara Tersebut Sejak Awal Adalah  Agama Toleran, yang mengedepankan pendekatan hidup rukun dengan semua agama. Perbedaan agama bukanlah tanda untuk saling memusuhi dan mencurigai, tetapi hanyalah sebagai sarana untuk saling berlomba-lomba dalam kebajikan.

Berangkat dari makna halal-bihalal seperti tersebut diatas, pesan universal Islam untuk selalu berbuat baik, memaafkan orang lain dan saling berbagi kasih sayang hendaknya tetap menjadi warna masyarakat Muslim Indonesia dan di Negara-negara rumpun Melayu lainnya. Akhirnya, Islam diwilayah ini adalah Islam rahmatan lil ‘alamiin. (andri)

 

Top