
LINGGA, Kepritoday.com : Antar jemput siswa antar pulau di Kepulauan Senayang, pertanyakan insentif dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga, Tahun 2012, di bayar oleh dinas, sementara di Tahun 2013 tidak mendapatkan sama sekali.
Seperti di sampaikan Selamat (52), pengantar siswa, zaman Kepala Disdikpora Lingga Pak Razak, ia mendapatkan insentif antar jemput siswa atau pelajar, di bayar di akhir tahun. Sedangkan, Tahun 2013, sudah memasuki Tahun 2014, dirinya tidak mendapatkan lagi insentif dari Disdikpora Lingga, sementara antar jemput pelajar terus dilakukannya sampai sekarang, dengan menggunakan pompong yang bermuatan 37 siswa SMP/SMA.
“Tahun 2012 lalu, insentif itu saya terima dari kepala dinas Rp6.600.000, di bayar di akhir tahun. Tahun 2013, saya belum mendapatkan insenstif itu, sampai sekarang saya tidak tahu apa penyebabnya,” ungkap pria tiga orang anak ini, dan meminta koran ini mempertanyakan ke Disdikpora Lingga, beberapa waktu lalu.
Ceritanya, pagi-pagi ia harus bangun, antar jemput siswa di Baran dan Tajur Resun Desa Baran pakai pompong menuju Rejai tempat siswa SMP/SMA menimba ilmu, sampai menunggu pulang. Pulang pergi pelajar dikenakan Rp 3000 persiswa, uang minyak dan kerusakan kecil menjadi tanggung jawabnya, kerusakan besar menjadi tanggung jawab desa.
“Pekerjaan saya hanya berharap dari antar jemput siswa, ingin kerja nelayan sudah tak kuat lagi. Saya harap ada perhatian pemerintah, sementara pengantar siswa dari pulau kepulau di tempat lain sudah di bayar insentifnya, anehnya saya tak dapat sama sekali tahun ini,” ungkapnya.
Kalau SK, kata Selamat, ia tidak memilikinya, dulu zaman Pak Razak ia juga tidak memilikinya. Jika memang memerlukan SK itu, ia meminta dari dinas apa saja syarat yang harus di penuhinya, asalkan insentif tersebut di dapatkannya, apa lagi sekarang ini dua orang anaknya masih menuntut ilmu di bangku sekolah.
“Anak saya tiga orang, dua masih di bangku sekolah, satu lagi ingin kuliah tapi uang tidak ada, saya betul-betul sedih, niat anak pertama saya itu kuat ingin kuliah, karena keadaan saya tak mampu, ingin kerja laut kondisi saya sudah tak mengizinkan lagi. Saya berharap, insentif dari dinas saya dapatkan, untuk menopang ekonomi keluarga,” harapnya.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lingga, Siswandi, melalui pengurus insentif antar jemput siswa Tahun 2012 lalu, Ja’far mengakui, kalau Selamat mendapatkan insentif tersebut. Untuk Tahun 2013 ia tidak mendapatkan saya tidak tahu. Di akuinya, memang insentif antar jemput siswa antar pulau masih aktif dan di bayar oleh dinas.
“Sekarang bukan saya lagi PPTK-nya, tapi besok saya cek dulu, ada tidak nama Selamat di Tahun 2013, menerima insentif. Setahu saya, tahun 2012 ia menerima,” terang Ja’far.
Di tambahkannya, harusnya kepala sekolah mengajukan nama-nama yang antar jemput siswa setiap awal tahun. Karena setiap tahun pengantar siswa ada saja yang bergantian, jadi wewenang tersebut di sampaikan kepala sekolah ke dinas untuk menerima insentif setiap setahun.
“Setiap awal tahun, kepala sekolah yang bersangkutan harus memasukkan nama-nama yang antar jemput siswa sesuai ketentuan. Kalau antar jemput siswa daerah lain, sudah di bayar semua, takutnya nama Pak Selamat tak dimasukkan awal Tahun 2013 lalu,” tukasnya. (RZ Arifin).









