Terkait Kondisi Jalan Selemam, Berikut Penjelasan Pemda Natuna!

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Kondisi jalan dari Desa Ceruk menuju Desa Selemam saat ini sungguh memprihatinkan. Kerusakan jalan tersebut diketahui telah lama, namun hingga kini belum terealisasi perbaikannya.

Terkait hal ini, pemerintah diharapkan dapat memperhatikan masalah infrastruktur jalan, yang menjadi akses vital bagi masyarakat yang tinggal di Desa berpenduduk 413 jiwa tersebut.

Sebelumnya warga setempat juga telah melakukan gotong-royong perbaikan jembatan darurat penghubung Desa Selemam dengan Desa Ceruk. Jembatan yang terbuat dari kayu itu tampak sudah lapuk termakan usia, sehingga sangat berbahaya bagi warga yang melintasinya.

Pantauan media ini dilapangan, jalan antara Desa Ceruk menuju Desa Selemam, memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Dimana aspal yang sebelumnya menyelimuti susunan batu, sudah tampak hancur dan hanya menyisakan batu sebagai alas jalan. Sehingga jika kendaraan kita melintas diatasnya terasa bergetar, karena permukaan jalan sudah tidak lagi rata dan terjal.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Natuna, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Marzuki, menuturkan, jika jalan Selemam adalah ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Kepri. Sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan.

Di Kabupaten Natuna sendiri memang terdapat beberapa ruas jalan dengan status penanganan yang berbeda. Disebutkannya, ada 5 SK bagi penanganan jalan tersebut sesuai kewenangannya, seperti SK ruas jalan Nasional, ruas jalan Provinsi, ruas jalan Kabupaten, ruas jalan lingkungan dan ruas jalan non status.

Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma

“Dari simpang tiga jalan Limau Manis, menuju ke Desa Ceruk dan Selemam itu, adalah ruas jalan Provinsi. Jadi kalau kita nak menangani itu, kita harus koordinasi dulu ke Provinsi. Jadi bukan kita tidak mau menangani,” jelas Marzuki. Senin, (09/03/2021) siang.

D itempat terpisah Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma, menuturkan, bahwa sejatinya Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna sangat konsen terhadap pembangunan di Bumi Laut Saktu Rantau Bertuah. Namun karena alasan anggaran, sehingga tidak semua sarana infrastruktur dapat terbangun secara maksimal dan bersamaan.

“Ya kita tahu sendiri lah, selama pandemi Covid ini, banyak kegiatan yang dipending. Kita utamakan dulu yang skala prioritas. Namun tetap kita upayakan semaksimal mungkin, ya berangsur-angsur lah,” ucap Hendra Kusuma, kepada sejumlah awak media diruang kerjanya, baru-baru ini. (Zal).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.