'

Nelayan Bintan Timur Sulit Beli Solar Subsidi

Ilustrasi

Ilustrasi

Bintan, Kepritoday.com – Nelayan tradisional di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, sudah sejak Januari 2014 kesulitan membeli solar bersubsidi untuk melaut.

“Sekitar 100 orang nelayan tradisional di Sei Enam, Bintan Timur, sejak awal tahun ini harus membeli solar nonsubsidi sebab sulit mendapatkan solar bersubsidi ketika akan melaut,” kata Ketua Lembaga Advokasi Kebijakan Publik, La Ode Mukmin, di Tanjungpinang, Senin.

Mukmin menambahkan, berdasarkan hasil advokasi lembaganya, jumlah nelayan tradisional di Sei Enam yang tidak mendapat solar bersubsidi sejak memasuki 2014 sekitar 100 orang. Jika diakumulasikan dengan nelayan tradisional yang tinggal di kawasannya lainnya di Kecamatan Bintan Timur, maka jumlahnya dipastikan lebih banyak.

“Itu isu terhangat yang terjadi di Bintan Timur yang telah kami advokasi. Isu itu dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Biasanya, lanjutnya, sebelum tahun 2014 setiap nelayan mendapat 15 liter solar bersubsidi dalam setiap bulan. Solar itu rata-rata dibeli tiga kali dalam sebulan.

Solar dibeli dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan. Namun sekarang nelayan tidak mendapatkannya, dengan alasan habis.

Padahal nelayan-nelayan itu adalah pengurus HNSI Bintan. Pertamina juga memberikan kuota solar bersubsidi sesuai dengan kebutuhan nelayan.

“Kami masih mendalami permasalahan itu. Jika ada penyimpangan, maka kami akan tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Mukmin juga akan mendalami isu yang beredar bahwa nelayan yang berhak mendapatkan solar bersubsidi harus memiliki kartu kendali. Nelayan di Sei Enam, kata dia, memang banyak yang belum memiliki kartu kendali.

“Silakan keluarkan kebijakan itu, tetapi jangan menyusahkan nelayan. Nelayan harus dipermudah untuk mendapatkan kartu itu,” katanya. (Ant)

Top