MetaMan Bintan Tahun 2014 diikuti Oleh Peserta Dari 4 Benua

2
Pelepasan-MeTa-Man-2014
Pelepasan Para Peserta MetaMan 2014 di Kabupaten Bintan

BINTAN, Kepritoday.com – Event MetaMan tahun ini yang berlangsung di Nirwana Gardens, Lagoi pada Minggu (24/8) sedikit berbeda. Jika sebelumnya saat pembukaan hanya dilakukan pelepasan peserta oleh pejabat. Tahun ini peserta akan diperdengarkan lagu Indonesia Raya. Di samping itu saat pelepasan juga akan dimeriahkan kesenian tradisional rebana. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan, Luki Zaiman Prawira.
”Ini baru dan belum pernah dilakukan,” katanya.

Luki juga mengatakan peserta MetaMan tahun ini sekitar 450 orang. Peserta berasal dari empat benua yakni Asia, Eroipa, Amerika dan Australia. Dalam kesempatan nanti, juara bertahan MetaMan tahun lalu yakni, Courtney Ogden, atlet triathlon asal Australia dan Cameron Brown, atlet MetaMan yang baru menjuarai IronMan di Australia.

Lomba memperebutkan hadiah sekitar Rp 1,5 miliar itu dijelaskan Luki terbagi tiga kategori yakni full, half dan blits. Di mana kelas full peserta berenang sejauh 3,8 kilometer, bersepeda sejauh 180 km, dan berlari hingga 42,2 km. Ini merupakan kelas tertinggi. Kemudian kelas half, yang paling banyak diikuti dan punya jarak tempuh yang lebih pendek. Yakni berenang 1,9 km, bersepeda 90 km dan berlari 21.1 km. Sedangkan di kelas blitz, hanya berenang 1,1 km, bersepeda 55 km, dan berlari 7 km.

Ia juga mengatakan selama pelaksanaan MetaMan, ruas jalan dari Simpang Lagoi menuju jalur Lintas Barat arah Tanjunguban dilakukan buka tutup selama empat jam. Buka tutup dilakukan sebanyak tiga kali yakni pertama dari pukul 08.30-09.45 atau sekitar 75 menit. Kedua, dari pukul 11.15-13.00 atau sekitar 105 menit. Dan ketiga sejak pukul 13.20-14.30 atau sekitar 70 menit. Pada jam-jam penutupan jalan ini, para pengendara diminta untuk memutar arah dan mencari jalan alternatif.

Penutupan jalan semacam ini, kata Luki, sebagai upaya panitia penyelenggara untuk menjamin keselamatan peserta ketika melintasi jalan raya. Apalagi, bila mengingat jalur Lintas Barat merupakan jalan yang punya arus lalu lintas cukup ramai. “Untuk menghindari insiden-insiden yang tidak diinginkan,” ungkap mantan Kasatpol PP Bintan ini.

Untuk teknisnya, tambah Luki, panitia penyelenggara sudah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Bintan untuk mengalihkan arus lalu lintas kala jam-jam penutupan jalan atau ketika ratusan peserta MetaMan melintas di jalan.
“Hanya kendaraan yang dialihkan, tapi setiap warga boleh menonton di tepi-tepi jalan yang dilewati,” ujar Luki.
Sementara itu Welly warga Tanjunguban berharap event seperti MetaMan dan lainnya bisa dilaksanakan setiap bulan. Hal itu berdampak baik karena membuat jalan di Bintan menjadi rapi, bersih terlebih jalan yang berlubang telah ditambal. Ia berharap hal seperti ini harus dipertahankan seperti MetaMan, Tour de Bintan atau Bintan Thriatlon tetap berlangsung.

Sepenglihatan dan pengamatannya sebagai masyarakat merasakan hal yang jauh berbeda terhadap adanya event daerah, seperti ia contohkan jalanan yang rusak di Jalan Indunsuri Tanjunguban tepatnya di depan pengisian elpiji. Di mana jalan itu sudah berbulan-bulan rusak, namun 2 minggu menjelang MetaMan sudah mulut ditambal.

“Kalau bisa dipertahankan seperti ini, saya yakin pemerintah memiliki kemampuan untuk itu. Harapan warga kalau bisa setiap bulan ada event sehingga jalan-jalan senantiasa dijaga kondisinya,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fauzi, warga Teluksebong ini mengatakan bahwa dampak pelaksanaan event di Bintan dirasakannya dari tahun ke tahun. Di mana menjelang pelaksanaan event semua jalan lebih baik kondisinya, walaupun hanya ditambal sulam, namun setidaknya itu lebih baik dari pada tidak dilakukan sama sekali apalagi jalan berlubang rawan memakan korban.

“Sebagai masyarakat besar harapan kita untuk menikmati jalan yang kondisinya baik, namun kalau bisa tidak menjelang event saja. Namun setiap saat. Kalaupun ada kerusakan maka dengan respon cepat diperbaiki,” terangnya.

Selain jalan, ia juga merasakan kebersihan lingkungan di sekitar jalan lebih baik dan bersih, di mana jalan-jalan yang biasa sering tergenang atau banjir saat ini dibersihkan dan dibuat saluran air sehingga saat hujan tak banjir.
“Kalau bisa dipertahankan terus, kita kan punya petugas kebersihan. Tentu akan menjadi lebih baik dan mendukung program Bintan bersih,” katanya. (djoko/hum)

Comments are closed.