Lantik 33 Kades Terpilih, Hamid Rizal : Jika Keluar Dari Koridor, Maka Akan Bermasalah

148

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Hari ini sebanyak 33 Kepala Desa (Kades) terpilih periode 2020-2026 wilayah Kabupaten Natuna, dilantik dan dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut, berlangsung di Gedung Serindit, Jl. Yos Sudarso, Ranai. Rabu, (22/01/2020) pagi.

Dalam sambutan Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan  Kepala Desa (Pilkades), dan penyelenggaran pelantikan terhadap Kades terpilih, merupakan amanat Undang-Undang (UU) yang wajib dilaksanakan, agar roda pemerintahan tetap terus berjalan.

Dengan demikian guna mewujudkan hal tersebut kata Hamid, perlunya adanya sinergitas bersama pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten.

“Dalam pelaksanaan pembangunan ditingkat Desa, perlu adanya sinergi bersama Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.

Sebelumnya Hamid juga mengucapakan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam yelenggaraan Pilkades serentak tahun 2019.

“Terimakasih kepada panitia Desa, Panitia Kecamatan, dan panitia Kabupaten, dan juga terimakasih kepada aparat kemanan TNI-Polri, sehingga penyelenggaraan Pilkades 2019 berjalan aman dan damai,” ujarnya.

Terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang cukup besar, Hamid menegaskan, kepada seluruh Kades untuk dapat menjalankan amanah dan tanggungjawab yang telah diberikan.

Ia meminta, para Kades se-Natuna untuk tetap berada dalam koridor, dan mengkaji segala aturan-aturan yang telah ditentukan dalam kewenangan seorang Kades.

“Sesuai dengan perintah Presiden, saat ini aparat penegak hukum sedang mengawasi penggunaan DD, jika ada yang keluar dari koridor, maka akan bermasalah,” tegasnya.

Selain itu, Hamid juga menyinggung soal program tingkat Desa yang kerap memunculkan kisruh ditengah-tengah masyarakat.

Oleh karenanya, Hamid menginginkan Pemerintah tingkat Desa dapat mengambil kebijakan strategis, guna mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

Diketahui kondisi ekonomi dan pertumbuhan wilayah Natuna saat ini mengalami penurunan daya beli di tingkat lokal, dan gizi buruk bagi balita, sehingga menyebabkan Pemerintah berupaya menerapkan strategi.

Beberapa kondisi Natuna tersebut, menjadi PR bagi seluruh Kades dalam menjalankan roda pemerintahan Desa kedepannya. (Zal)

Leave A Reply

Your email address will not be published.