
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Sebuah Kapal Motor (KM) Lira 2 berukuran 28 GT yang mengangkut 75 fiber ikan tujuan Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), tenggelam di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
Kapal tersebut di ketahui milik warga Kecamatan Midai, Natuna. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kabupaten Natuna Mexianus Bekabel mengatakan, Kapal kargo Lira 2 diketahui bertolak dari Pulau Midai, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, pada Minggu (26/12) lalu.
“Kami mendapat kabar dari Pos AL di Midai, Jam 18.00 WIB,” ucap Mexi dikantornya, Selasa (28/12).
Mexi mengungkapkan, dalam perjalanan kapal tersebut mengalami kendala sehingga tenggelam dengan jarak sekitar 70 ml dari Kecamatan Midai, dan ditemukan oleh Kapal Tanker minyak berbendera Malaysia pada Senin (27/12) pukul 16.00WIB.
Kemudian para POB kapal naas tersebut langsung dititipkan kesalah satu Nelayan Lengkong, Kijang, Kabupaten Bintan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“setelah satu jam perjalanan, korban langsung dititipakn ke Nelayan yang pada saat itu bisa dikontak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan selain membawa kargo kapal tersebut juga mebawa 8 orang yang terdiri dari 3 Anak Buah Kapal (ABK) dan 5 penumpang dengan tujuan Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.
Mexi menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan saat ini korban sudah dijemput oleh TIM SAR gabungan dari Kecamatan midai.
“untuk info lebih lanjut silahkan komunkasi ke Kepala Syahbandar Midai,” ujar Mexi sambil memberikan no Telpon syahbandar Midai.
Selanjutnya ia mengimbau kepada seluruh warga yang melakukan aktivitas dilaut untuk melengkapi semua perlatannya, agar ketika terjadi kecelakaan bisa segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Dan bagi kapal yang sudah tidak layak untuk digunakan agar tidak digunakan lagi.
“Saya minta pemilik dan nelayan untuk melengkapi alat komunikasi dan seftynya untuk meminimlisir hal-hal yang tidak diinginkan,”
Sementara itu, Kepala Sayhbandar Mida Edi Suhardi saat dikonfimasi mengatakan, kapal tenggelam disebabkan oleh rusaknya kemudi, sehingga kapal tidak bisa dikendalikan.
“Informasi dari nahkoda ada kendala dengan daun kemudi, akibatnya tidak bisa dikendalikan oleng, masuk air,” jelas Edi saat dihubungi lewat telfon.
Ia menyebutkan Kapal diprediksi tenggelam di perairan Natuna, tepatnya di perairan serayak muri. Para korban dijemput menggunakan KM Fisabilillah milik Kecamatan Midai.
“Tiba di Midai sekitar jam 08.30 WIB, untuk warga Midai sudah kembali kerumah masing-masing, selebihnya masih ditampung sama Camat,” ujarnya.” ungkap Edi. (**).
Jika ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan oleh pemberitaan di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com












