
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Banyaknya mahasiswa asal Batubi yang pulang Kampung, atas kebijakan Pemerintah Pusat meliburkan Kampus-kampus karena dilanda wabah Covid-19, mengharuskan Pemerintah Kecamatan Bunguran Batubi menyediakan sejumlah tempat khusus isolasi sementara.
Hal tersebut dilakukan, guna memutus rantai Covid-19 terhadap mahasiswa yang datang dari berbagai luar daerah.
Media ini mencoba mewawancarai salah seorang Mahasiswi dari Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak, asal warga Kecamatan Batubi yang saat ini sedang menjalani proses isolasi khusus selama 14 hari di Sekolah SMP N 1 Desa Batubi Jaya.
Sebut saja Y (19), yang mengaku ada sedikit rasa ketakutan didalam dirinya akan terpapar wabah Covid-19.
Namun Y Yakin dan percaya, atas kebijakan yang diambil tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mengisolasikan dirinya di tempat khusus, semata-mata bertujuan menyelamatkan orang banyak.

“Sebenarnya ada betahnya dan ada enggaknya bang, biasa lah yang namanya fikiran itu ketika khawatir, ya rasanya takut. Tapi ketika ada yang nasehati agar bersabar, rasanya tenang,” tutur.. Selasa, (07/04/2020) siang.
Lanjut Y mengatakan, dirinya juga merasa hidupnya teratur, mulai dari ibadah, segi makan, olahraga, hingga kebersihan yang ditekankan oleh tim Gugus Tugas Covid-19.
Meski diakui Y, ada rasa rindu akan berkumpul dengan keluarga. Namun dirinya yakin apa yang dihadapinya saat ini tidak lain, juga demi keselamatan keluarganya sendiri.
Melalui media ini Y berpesan, terkhusus kepada keluarganya, senantiasa bersabar dan berdo’a agar dirinya segera dapat melewati cobaan tersebut dengan keadaan sehat.
“Buat keluarga saya, Bersabar aja, jangan lupa berdo’a buat saya, semoga saya bisa segera selsai di isolasi ini, dan kembali dengan sehat,”, ujarnya.
Diketahui menurut data dari Puskesmas Batubi, sedikitnya ada 30 mahasiswa yang diisolasi di 3 tempat khusus.
Tempat khusus tersebut diantaranya SMP N 1 Bunguran Batubi, Green Spam IKK Gunung Putri, dan UPTD Pertanian Kecamatan Bunguran Batubi.
Hingga saat ini, 30 mahasiswa yang sedang menjalani proses isolasi itu, dinilai masih keadaan baik dan sehat.
“Mereka terus kita pantau, baik melalui pesan WhatsApp, atau secara langsung. Dan bersyukur, hingga saat ini mereka masih dalam kondisi sehat,” pungkas Kepala Puskesmas Batubi, R. Lismawaty. (Zal).











Komentar