
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Bupati Natuna, Wan Siswandi melantik sejumlah ASN dari Eselon 3 dan 4 menjadi pejabat fungsional, Kamis (30/12) di Gedung Wanita.
Sedikitnya 172 ASN dari seluruh OPD dilantik menjadi pejabat fungsional yang terdiri dari 4 ASN eselon 3, dan 168 eselon 4.
Kegiatan ini Bupati Natuna didampingi oleh Sekretaris daerah Natuna, Boy Wijanarko dan dihadiri oleh seluruh Kepada OPD.
Pelantikan merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2021. Jabatan Fungsional.
Menurut Bupati Natuna, Wan Siswandi, pelantikan ini bukanlah semata-mata kemauan bupati atau ada unsur ketidaksenangan terhadap seseorang ASN, namun atas desakan pemerintah pusat melalui peraturan Menpan-RB.
“Justru kalau tidak kita laksanakan malah akan menjadi temuan,” kata Wan Siswandi dihadapan ASN yang dilantik.
Dirinya mengingatkan kepada seluruh ASN yang hadir, bahwa dihapusnya eselon 3 dan 4 menjadi pejabat fungsional tidaklah merubah atau mengurangi great ataupun gaji, namun namanya saja yang berubah untuk perampingan di OPD pada seluruh daerah.
“Yang terpenting lagi, adalah kerja sama dari seluruh ASN, baik dari pejabat fungsional, kepala OPD, Sekdan dan kepala daerah. Saya sangat berharap kita semua memiliki, satu pemahaman, satu pemikiran satu tujuan untuk Natuna lebih baik lagi dari hari ini. Bukanya sekarang tidak baik, tapi harus lebih baik dari hari ini begitu seterusnya,” harap mantan Sekda Natuna tersebut.
Dirinya juga menyinggung bahwa, kedepannya tidak menutup kemungkinan adanya perubahan atau pelantikan di kalangan pejabat fungsional maupun eselon 2. Dirinya juga meyakinkan bahwa hal tersebut bukan dilandasi dari sesuatu yang berbau politik, namun benar-benar dilihat dari kinerja.
“Contoh soal, Dinas Perhubungan, kalau dalam setahun tidak ada peningkatan atau capain yang sudah ditargetkan, maka akan menjadi evaluasi bersama. Namun saya yakin kalau kita bersungguh-sungguh dan mempunyai tujuan yang sama untuk Natuna lebih baik lagi, maka hal tersebut akan tercapai,” terangnya.
Begitu juga tentang status Natuna, kata Wan Siswandi, dari Geopark Nasional menuju UNESCO Geopark harus terlaksana.
“Intinya, kedudukan dan jabatan yang kita emban sekarang untuk mewujudkan capaian yang telah kita targetkan ke depan. Jadi ASN itu pilihan kita, jadikan pekerjaan dan jabatan itu suatu tugas bukan beban,” tutupnya. (**)











