Dit Resnarkoba Polda Kepri Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika

Direserse Narkoba Polda Kepri sedang menjelaskan hasil tangkapan sabu

BATAM, Kepritoday.com –  Direktorat Reserse Kriminal Narkoba Polda Kepri, pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016, pukul 11.00 Wib, melaksanakan kegiatan pemusnahan Narkotika jenis sabu seberat 115 gram dari tangkapan atas nama tersangka KSD alias KS, yang ditangkap oleh Bea dan Cukai Batu Ampar Batam.

Kronologisnya, setelah dilakukan Rontgen terhadap tersangka KSD Alias KS, dengan disaksikan oleh, Ulwan Zaki ( Petugas P2 Bea dan Cukai Batu Ampar), diruang tunggu ruang Radiologi Rs Awal Bross Kota Batam, saksi petugas Radiologi M. Kharisma menemukan 1 (satu) kapsul warna hitam berisikan sabu dan melaporkan ke Ulwan Zaki (Petugas P2 Bea dan Cukai Batu Ampar), selanjutnya melaporkan ke Penyidik Ditresnarkoba Polda Kepri.

Setelah Penyidik Ditresnarkoba Polda Kepri, menerima penyerahan Tersangka dari Petuga Bea dan Cukai di Kantor Bea dan Cukai Batu Ampar Kota Batam, tersangka mengaku telah membuang 1 (satu) bungkusan plastik warna hitam dibawah meja diruang pemeriksaan P2 Kantor Bea dan Cukai Batu Ampar Kota Batam, selanjutnya penyidik membawa tersangka untuk menunjukan BB tersebut dan selanjutnya disita dan tersangka diproses.

BB Narkoba dan Tersangka

Hasil test sabu yang siap dimusnahkan dan tersangka serta Suasana pemusnahan sabu

Menurut Wakil Sementara, Kabid Humas Polda Kepri, Kompol Ismail mengatakan, Ditreserse Narkoba Polda Kepri, telah berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu dengan tersangka KSD Alias KS, serta jumlah barang bukti narkotika jenis sabu temuan/dalam penyidikan.

” Jumlah keseluruhan barang bukti 115 (seratus lima belas) gram,jumlah yang dimusnahkan 93 (Sembilan puluh tiga) gram,untuk dikirim ke Puslabfor Polri Cabang Medan 20 (dua puluh) gram untuk pembuktian di Pengadilan 2 (dua) gram.” Kata Ismail

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Tindak Pidana Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 114 ayat (2) dan Jo Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 Tahun, dan paling lama 20 Tahun. (andri)

 

Top