DENSUS 88 MENANGKAP DUGAAN TERORIS DI BATAM

IRJEN POL. RAFLY AMAR :  Sasaran Pengeboman Singapura, dengan Roket Dari Batam

Tim anti teror berseragam lengkap saat melakukan penggerebekan (sumber poto dari salah satu warga perum Mediterania Batam Center)

Tim anti teror berseragam lengkap saat melakukan penggerebekan (sumber poto : dari salah satu warga perum Mediterania Batam Center)

BATAM, Kepritoday.com – Tim Anti Teror Densus 88, telah melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap lima dari enam orang warga Batam terduga teroris, dari mereka yang ditangkap adalah pekerja pabrik, sementara satu orang merupakan karyawan disalah satu Bank.

” Rata-rata mereka adalah pekerja dipabrik, meski mereka bekerja di Batam, mereka juga berasal dari berbagai daerah diluar Batam, dan ini pengembangan dari teror-teror sebelumnya yang bukan dari Batam.” Kata Kapolda Kepri, Brigjend Pol. Drs. Sam Budigusdian, MH. (seperti yang beritakan antara)

Menurut Sam, mereka ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror disejumlah tempat, dari ke enam orang tersebut, sudah diintai petugas selama satu tahun terakhir, dari keenam orang yang diamankan Tim Densus 88  tersebut adalah, GR (31), TS (46), ES (35), Tmz (21), HGY (20), MTS (19). GR dalam kelompok ini merupakan pemimpin.

Sam menambahkan, penggerebekan tersebut sudah dilakukan sejak Jumat, sekitar pukul 05.00 wib, saat ini pengembangan masih dilakukan untuk mengungkap jaringan di Batam ini, dan biarkan dulu anggota bekerja untuk mengungkap jaringan-jaringan ini. Biasanya butuh waktu tujuh hari. Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal, Boy Rafli Amar mengatakan, para terduga teroris ini ditangkap di lima tempat di Batam.

Untitled-1 copy

Tim Anti Teror Ketika di TKP, Sedang berjaga-jaga di Lokasi Penggerebekan (sumber poto : Nitizen,, Rauf Utami)

Mereka berasal dari kelompok Khatibah Gigih Rahmat. Kelompok ini ditengarai terlibat dengan beberapa rencana aksi terror, misalnya, menampung dua orang orang kelompok etnis Muslim-Turkic di Xinjiang, China (Uighur) di Batam, yakni Doni yang sudah dideportasi dan Ali yang tertangkap di Bekasi saat malam Natal 2015 bersama Abus Mus’ab.

Kelompok ini menurut Boy, juga pernah merencanakan peluncuran roket dari Batam dengan tujuan Marina Bay, Singapura.

Khatibah Gigih Rahmat, kata Boy, juga berperan memberangkatkan warga negara Indonesia ke Suriah melalui Turki. “Mereka pun menjadi penerima dan penyalur dana untuk kegiatan radikalisme yang bersumber dari Bahrun Naim.” Ujar Boy. (Andri).

Sumber : CNN

 

Top