Buwas Minta Sektor Interdiksi Dipelabuhan Laut Harus Diperkuat

Jpeg

Poto bersama sepuluh Delegasi Negara ASEAN bersama Kepala BNN RI, Komjend Pol, Budi Waseso SH

BATAM, Kepritoday.com – Wilayah Asean adalah wilayah maritim sehingga pelayaran dan pelabuhan adalah merupakan searan dan prasarana penting bagi kemajuan dan kemakmuran untuk Asean.

Menurut UNODC kejahatan Narkotika khususnya lalulintas peredaran gelap narkotika yang dilakukan melalui laut atau pelabuhan, merupakan bagian terbesar baik dalam jumlah kuantitasnya maupun hasil sitaannya, yang mencapai 80% dari total berat dan sitaan Narkotika selama ini,

Maka dari itu, Integritas Regional Asean akan mendorong peningkatan lalulintas arus perdagangan dan arus lintas batas orang yang akan berpotensi mendorong arus perdagangan gelap Narkotika di kawasan.

Operasionalisasi Asean Airport Interdiction Task Force tidak cukup efektif membendung arus masuk narkotika apabila tidak dibarengi oleh operasionalisasi Asean Seaport Task Force,khusus untuk Indonesia negara kepulauan, yang memiliki jalur pantai terpanjang kedua dunia ( setelah Kanada) sepanjang 54,761 Km, sangat rawan terhadap masuknya Narkotika, terutama dengan banyaknya pelabuhan tikus yang dapat digunakan oleh para sindikat, demikian beberapa alasan utama yang mendorong pembentukan ASITF tersebut.

Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjend Pol.Budi Waseso, SH, mengatakan, pertemuan ini memiliki arti yang sangat penting, pertama dalam konteks maritim Indonesia melihat bahwa sektor interdiksi dipelabuhan laut harus diperkuat, kedua UNODC menyebutkan peredaran Narkotika dominan menggunakan jalur laut, ketiga dalam konteks One Asean One Community, maka lalulintas perdagangan lintas batas akan semakin berkembang dan terbuka, namun pada sisi lain bisa jadi celah atau peluang, bagi sindikat untuk menyelundupkan narkotika.

Dan Keempat, sejauh ini langkah interdiksi di pelabuhan udara sudah menunjukkan hasil yang signifikan,sehingga perlu diimbangi dengan penguatan sektor interdiksi laut. Kata Buwas, panggilan akrab para media, kepada Budi Waseso.

Dalam pertemuan ini, Indonesia mengenal konsep dan juga mekanisme kegiatan interdiksi secara komprehensif yang dilengkapi dengan keberhasilan pengungkapan kasus, dengan harapan best practices yang sudah berjalan dan membuahkan hasil di Indonesia ini akan menjadi inspirasi atau role model bagi negara lainnya dikawasan Asean untuk nanti diterapkan.

” Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ASITF ini adalah untuk berkolaborasi, berinisiatif dan berkoordinasi dalam melakukan interdiksi lalulintas peredaran Narkotika di ASEAN melalui pemeriksaan dipelabuhan Internasional Asean, dan melalui peningkatan kerjasama antara pemangku kepentingan Asean dengan maksud menghentikan lalulintas narkotika baik kedalam maupun melalui kawasan ASEAN.” Ujar Buwas saat memberikan keterangan persnya.

Harapan  dari ASITF ini ada beberapa pencapaian penting seperti pembentukan kontak hubungan ASEAN SITF dan sekretariat nya,sharing Informasi lebih maju,adanya website yang aman,serta adanya kemajuan dalam konteks peranan dan tanggung jawab ASEAN SITF. Tutup Buwas mengakhiri pembicaraannya. (andri)

Top