BNNP Kepri Tangkap Sindikat Jaringan Internasional Narkotika

  • Sebanyak 4,675 Kg Sabu di Musnahkan
Kepala BNNP Kepri,di dampingi Polda Kepri,Kabid Pemberantasan dan Kejaksan Negeri saat memberikan keterangan pers

Kepala BNNP Kepri, di dampingi Polda Kepri, Kabid Pemberantasan dan Kejaksan Negeri saat memberikan keterangan pers

BATAM, Kepritoday.com Badan Narkotika Nasional, Provinsi Kepulauan Riau, (BNNP Kepri,) melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat bruto 475 (empat ratus tujuh puluh lima) gram, dari 2 (dua) kasus peredaran gelap narkoba yang terjadi diwilayah Kepulauan Riau. Kamis, (04/08).

Kegiatan pemusnahan dilaksanakan di Aula BNNP Kepri ini, disaksikan oleh Polda Kepri, Kejaksaan Negeri Batam, Bea dan Cukai Batam, Petugas BP Batam, Ketua Granat (Gerakan Anti Narkoba) Batam, dan awak media cetak, online dan elektronik.

Adapun kronologisnya Pertama, pada hari Rabu tanggal 29 Juni 2016 sekira pukul 04.00 Wib, di Kapling Sei Lekop, Blok F No. 13 Kec, Sagulung – Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, BNNP Kepri menangkap seorang pria, berinisial R (33 thn) WNI, yang kedapatan memiliki barang berupa, 2 (dua) bungkus plastik bening, yang berisi Kristal yang diduga Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 106 (seratus enam) gram. Sementara itu, dari barang bukti narkotika sabu yang disita, sebanyak bruto 94 gram dimusnahkan dan sebanyak bruto 12 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan persidangan.

Kedua, pada hari Rabu tanggal 29 Juni 2016 sekira pukul 15.00 di Samping Holiday Karimun Hotel, Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, BNNP Kepri menangkap seorang pria inisial U (29 thn) WNI, yang kedapatan memiliki barang berupa 5 (lima) bungkus plastik bening yang berisi Kristal yang diduga Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 406 (empat ratus enam) gram. Dari barang bukti narkotika Sabu yang disita, sebanyak bruto 381 gram dimusnahkan, dan sebanyak bruto 25 gram, disisihkan untuk uji laboratorium dan persidangan.

Para tersangka Narkotika saat di ekspose

Para tersangka Narkotika saat di ekspose

Selanjutnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri, Kombes Pol.Benny Setiawan mengatakan, pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016 sekira pukul 08.00 WIB dipinggir jalan depan Mesjid Baiturahman Sekupang, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, personil Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, kembali melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial R, Warga Negara Indonesia.

Laki-laki berinisial R tersebut ditangkap personil Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, karena, diduga melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, dengan cara memiliki, menyimpan, menguasai barang berupa 8 (delapan) bungkus plastik bening berisi Kristal yang diduga Narkotika golongan I jenis Sabu, seberat bruto 4.200 (empat ribu dua ratus) gram, yang ia simpan didalam sebuah kantong makanan kucing. Kata Benny.

“ Berdasarkan keterangan dari tersangka R, bahwa ia mendapatkan perintah dari N dan H, Warga Negara Malaysia, untuk mengambil Sabu tersebut dari nelayan dan rencananya akan diantarkan kepada anak buah N disebuah hotel di Batam. Ia dijanjikan mendapatkan upah sebesar, RM 5.000 (lima ribu Ringgit Malaysia).” Ujar Benny.

Di kesempatan yang sama, Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi menjelaskan, petugas melakukan pengembangan kasus dengan cara Control Delivery untuk melakukan penangkapan terhadap anak buah N. Sekira pukul 12.00 Wib, didalam kamar No. 317 Hotel Formosa Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, petugas berhasil menangkap 2 (dua) orang laki-laki Warga Negara Indonesia, berinisial D dan M.

Jpeg

Barang bukti sabu seberat 4,675gram siap di musnahkan

Tersangka D dan M mengaku, bahwa mereka mendapatkan perintah dari O dan W, Warga Negara Indonesia, yang sekarang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk mengambil Sabu tersebut dari tersangka R yang kemudian akan diserahkan kepada seorang laki-laki berinisial A (WNI).

Setelah itu, petugas melakukan pengembangan kasus lagi untuk melakukan penangkapan terhadap A. A berhasil ditangkap oleh petugas BNNP Kepri, didalam kamar Kos depan Newton Nagoya Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sekira pukul 13.00 WIB. A mengaku diperintah untuk membawa Sabu tersebut ke Palembang.

Dari pengakuan ketiga tersangka, D, M dan A, mereka sudah lebih dari 10 kali menjadi kurir Sabu dengan upah yang didapatkannya, sebesar Rp 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) untuk sekali transaksi.

Dan saat ini, petugas BNNP Kepri, masih melakukan pengembangan kasus untuk mengejar DPO yang berinisial  O dan W. Atas perbuatannya tersebut,para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (Andri)

Top