Aksi Solidaritas Wartawan Batam Kepri, Terkait Kekerasan Oleh Oknum TNI AU di Medan

Para wartawan berjalan kaki menuju Bundaran BP Batam

Para wartawan berjalan kaki menuju Bundaran BP Batam

BATAM, Kepritoday.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Batam Kepri, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), serta Media Cetak dan Online, hari ini, Selasa. (16/08), melakukan aksi solidaritas atas penganiayaan, kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AU di Medan, Senin. (15/08), para jurnalis berkumpul di lobby DPRD Batam, sebelum memulai aksi damai tersebut.

Ada sekitar 60an wartawan yang turun melakukan aksi solidaritas tersebut. ” Usut tuntas kasus penganiayaan wartawan” kata salah seorang jurnalis, saat melakukan aksinya sambil berjalan kaki, dari Kantor DPRD Batam menuju Bundaran BP Batam.

Pada saat para awak media mau sampai di Kantor BP Batam petugas jaga BP Batam sibuk menutup pagar masuk dugaan bahwa para media mau melakukan aksinya di kantor BP Batam, dan ini pun membuat wartawan tertawa, seolah-olah BP Batam mau didemo.

Agus Siswanto S( kaos merah) koordinator aksi solidaritas wartawan

Agus Siswanto S, ( kaos merah) koordinator aksi solidaritas wartawan Batam

” Seret oknum TNI AU tersebut ke pengadilan “ kata salah seorang wartawan IJTI tersebut.
Sementara, Koordinator aksi, Agus Siswanto S. mengatakan,  pada saat ini kita para jurnalis mengadakan aksi serupa yang ada di Indonesia terkait penganiayaan saudara kita, sahabat kita yaitu, jurnalis dari MNC Group dan wartawan dari Tribune Medan. Jelasnya.

” Dengan kejadian ini, tentunya menjadi luka yang mendalam buat kita semua, dianiaya oleh Tentara Angkatan Udara, hanya gara-gara masalah kecil, hal itu tidak patut terjadi kepada kita selaku pemberita, sesungguhnya ini bukan sekali terjadi, di Pekanbaru juga pernah terjadi hal seperti ini.” Kata Agus.

Kita meminta kepada panglima TNI untuk “ MEMECAT “ anggota TNI yang menganiaya wartawan tersebut. Ujar Agus dengan lantang saat memberikan keterangan persnya di Bundaran BP Batam.

“ Kita berharap TNI merubah fungsi, walaupun dalam UU nomor 34 tahun 2004 itu dikatakan bahwasanya, TNI sudah menjadi Tentara Rakyat Indonesia, dan kita berharap hukuman dari pada para pelaku penganiaya tersebut dibawa ke peradilan umum.” Pungkas Agus, menutup pembicaraan. (Andri)

Top