Akibat Keterbatasan Stok, Harga Gula Pasir Dijual Diatas HET

Akibat Keterbatasan Stok, Harga Gula Pasir Dijual Diatas HET
Kepala (Dinsprindag Provinsi Kepri,, Burhanuddin Husein. Foto: Ist

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Harga gula pasir di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang dijual diatas Harga Enceran Tertinggi (HET) disejumlah retail. Apabila biasanya dijual Rp12.200 per kilogram, sejak dua hari yang lalu harga sudah tembus pada angka Rp14.000 per kilogram. Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, penyebab kenaikan tersebut adalah terbatasnya stok yang tersedia saat ini.

“Hari Rabu (1/4/2020) kemarin kami belanja disalah satu swalayan di KM 11 Tanjungpinang harga gula per kilo gram masih Rp12.200. Hari ini (kemarin,red) sudah Rp14.000 atau naik Rp1.800 per kilo gram, “ujar Agus, warga Tanjungpinang.

Menurutnya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan harus segera bertindak. Apalagi ditengah kondisi wabah corona virus ini. Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok. Ia khawatir, apabila kekosongan menjadi penyebab, seharusnya pemerintah sudah punya solusi. Selain itu, ada situasi seperti ini, tidak menutup kemungkinan terjadi penimbunan gula.

“Kenaikannya sudah cukup tinggi. Sebentar lagi kita juga dihadapkan pada masuknya bulan ramadan, “tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Dinsprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein mengatakan pihaknya memang sudah menentukan harga gula pasir HET-nya adalah Rp12.500. Menurutnya, penyebab adanya kenaikan harga tersebut adalah terbatasnya stok nasional. Sehingga turut mempengaruhi harga gula di daerah.

“Kementerian Perdagangan sudah memutuskan akan melakukan import gula sampai terlaksananya musim panen yang diperkirakan pada Juni 2020 mendatang, “ujar Burhanuddin, kemarin.

Ditegaskannya, stok gula menjelang masuknya bulan suci ramadan dipastikan aman. Karena ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Lebih lanjut katanya, pihaknya juga akan melakukan pengawasan di lapangan. Selain itu ia juga mengingatkan pedagang jangan melakukan penimbunan gula.

“Kita terus melakukan pemantauan dan akan bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Apabila ada oknum yang melakukan penimbunan, tentu akan kita tindak, “tegasnya.

 

Sumber: Bp

Today Feed