Kepritoday.com – Polisi libatkan anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Jawa Timur dalam pencarian pelaku pembunuhan di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Pelaku berinisial AS diduga menyerang rumah mantan istrinya hingga menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Anjing Pelacak Persempit Ruang
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menjelaskan anjing pelacak K9 mulai dikerahkan sejak Selasa pagi pukul 08.30 WIB. Menurutnya, keberadaan K9 dapat mempersempit ruang gerak pelaku yang diduga masih bersembunyi di hutan Desa Temon.
“Anjing K9 ini hasil pelatihan khusus. Kemampuannya terbukti efektif untuk mendeteksi jejak. Dengan begitu pencarian tersangka bisa lebih cepat,” ujarnya.
Satuan K9 Polda Jatim dikenal sering dilibatkan dalam kasus pencarian buronan maupun narkoba. Dengan penciuman tajam, anjing pelacak bisa membaca aroma pelaku meski sudah bercampur dengan bau hutan. Peralatan tambahan seperti GPS dan radio komunikasi juga disiapkan agar tim dapat saling terhubung saat masuk ke area lebat.
Hingga kini, tim gabungan TNI-Polri bersama warga terus menyisir area hutan. Aparat meminta warga tetap tenang, waspada, dan segera melapor bila melihat gerakan mencurigakan.
Kelebihan Dan Kekurangan K9
Penggunaan anjing K9 dalam operasi memiliki sejumlah keunggulan. Dari sisi kecepatan, pencarian bisa lebih efektif dibanding hanya mengandalkan personel. Anjing pelacak bisa mengikuti aroma tubuh pelaku, pakaian, bahkan jejak langkah yang ditinggalkan. K9 juga terbukti tangguh di medan sulit, seperti perbukitan dan hutan.
Namun, ada keterbatasan. Faktor cuaca bisa memengaruhi kemampuan penciuman. Jika hujan deras, aroma cepat hilang sehingga jejak pelaku sulit dideteksi. Selain itu, penggunaan K9 butuh pendamping khusus agar anjing tetap fokus.
Dalam kasus ini, polisi menilai kelebihan K9 lebih dominan dibanding kekurangannya. “Kami harap tersangka segera ditemukan, sehingga situasi kembali kondusif,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, perkembangan terbaru menyebut BM (17), anak pelaku AS, sudah ditemukan selamat. Ia sempat hilang dan diduga dibawa kabur oleh ayahnya. BM kini diamankan di Mapolres dan diperiksa sebagai saksi kunci.
“Anaknya tidak disandera. Justru kalau tidak melarikan diri ke hutan, kemungkinan ikut jadi korban,” tambah Kapolres.
Peristiwa ini bermula dari serangan brutal AS pada Sabtu (20/09/25) ke rumah mantan istri. Akibatnya, Tiwi, mantan mertuanya, tewas dengan luka sayatan di leher. Empat korban lain, termasuk mantan istri dan saudaranya, mengalami luka serius. Polisi menduga motifnya karena sakit hati usai perceraian dan rencana pernikahan kembali sang mantan.
Aparat memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga pelaku tertangkap.
Source = tribratanews
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com






