Kepritoday.com – Sejumlah kontraktor di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan lambatnya pencairan dana uang muka untuk proyek-proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kondisi ini membuat sejumlah pekerjaan terancam terhenti di tengah jalan.
Seorang kontraktor yang enggan disebutkan namanya mengaku, proyek yang seharusnya sudah berjalan kini terhambat karena modal awal belum cair.
“Kami sudah mulai bekerja, material sudah didatangkan dan pelaksanaan rata-rata diatas 15 persen, tapi uang muka dari DAK belum cair. Terpaksa kami membiayai dari kantong sendiri, dan ini sangat berat,” ujarnya, Selasa (13/8).
Hal serupa diungkapkan kontraktor lainnya. Ia mengatakan seluruh berkas administrasi sudah dilengkapi, namun pencairan tetap belum dilakukan.
“Kami butuh kepastian, karena uang muka ini penting untuk membeli bahan baku, membayar upah pekerja, dan biaya operasional lainnya,” ucapnya.
Keterlambatan pencairan uang muka DAK ini memicu efek domino yang merugikan banyak pihak. Kontraktor harus mengeluarkan dana pribadi atau mencari pinjaman untuk membiayai operasional proyek, yang berpotensi membebani keuangan perusahaan. Jika dana tak kunjung cair, proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, hingga sekolah terancam mangkrak.
Pada akhirnya, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan manfaat dari fasilitas publik yang dibangun.
Untuk mengatasi masalah ini, sejumlah pihak menilai diperlukan langkah konkret. Pemerintah daerah diminta lebih proaktif dalam menyiapkan dan mengunggah dokumen persyaratan serta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar proses verifikasi bisa lebih cepat.
Jika permasalahan ini tak segera diatasi, laju pembangunan di Kepri dikhawatirkan akan terganggu dan tujuan penyaluran DAK untuk mempercepat pemerataan pembangunan tidak akan tercapai.(wae)











