
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Masih dalam rangka Program Bakti TNI AL, Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai laksanakan kegiatan pengobatan umum serta khitanan massal bertempat di desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut pada sabtu pagi (10/04/21).
Dalam giat ini Lanal Ranai bekerjasama dengan IDI Natuna, PPNI Natuna, IBI Natuna dan Apoteker dengan jumlah, pengobatan umum 150 orang, ibu hamil 40 orang dan khitanan massal sebanyak 50 anak.
Pengobatan umum dilaksanakan di Aula Kantor Camat Bunguran Timur, sementara untuk khitanan massal dan pemeriksaan ibu hamil dilaksanakan di Puskesmas Tanjung.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Paspotmar Lanal Ranai Mayor Laut (T) Teuku Faidil Sulung S.E., KA BP Lanal Ranai Letda Laut (K) Kastari, Camat Bunguran Timur Laut Bpk. Isparta serta Kepala Puskesmas Tanjung Bpk. Zaenuddin AMd. Kep.
Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Dofir mengatakan, bakti sosial pengobatan umum dan sunatan massal sebagai bagian pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat, selain itu juga kegiatan ini merupakan Program Bakti TNI AL.
Harapan kami Program Bakti TNI AL berupa pengobatan umum dan khitanan massal dapat memberikan manfaat yang baik, anak yang dikhitan sebagai penerus bangsa yang sehat dan cerdas sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai bersama, tutup Kolonel Dofir.
Dikesempatan yang sama, Cama Bunguran Timur Laut, Isparta menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dijadikannya Kecamatan Bunguran Timur Laut sebagai lokasi giat Baksos TNI AL.

Menurutnya kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat menengah kebawah khususnya dalam program kesehatan maupun khitanan bagi anak-anak mereka.
Saya menyambut baik program yang dilaksanakan oleh Lanal Ranai. Karena sangat membantu baik dari kegiatan sosial, pembinaan sangat membantu memperbarui masyarakat lebih kompak dalam menjalani aktivitas kedepan”, pungkasnya.
Agar tidak terjadi penumpukan banyak orang di satu tempat saat pelaksanaan pengobatan umum maupun sunatan massal, maka di bagi menjadi beberapa sesi. Baik petugas maupun pendamping dilengkapi dengan alat pelindung diri serta tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (Zal).









