Wakapolres Natuna Tegaskan Pasal Tindak Pidana Bagi Pelaku Karhutla

233

NATUNA, KKEPRITTODAY.COM – Wakapolres Natuna, Kompol Wisnu Edi Sadono S.H., Menghimbau masyarakat Natuna tidak membakar Hutan maupun Lahan (Karhutla) pada saat cuaca kemarau.

Himbauan tersebut disampaikan Wisnu pada saat memantau langsung di dua titik lokasi kebakaran Lahan, wilayah Kecamatan Bunguran Timur, dan Kecamatan Bunguran Tengah. Senin, (27/01/2020) siang.

Menurut Wisnu, Kebakaran hutan dan lahan berdampak pada rusaknya ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

selain itu, asap yang ditimbulkan juga menjadi polusi udara bagi manusia yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik.

“Asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu Menegaskan, terdapat 8 pasal tindak pidana terhadap pelaku karhutla. Beberapa diantaranya pasal 78 ayat 3 UU RI nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar karena dengan sengaja membakar hutan, atau pasal 78 ayat 4 UU yang sama apabila akibat kelalaiannya menyebabkan karhutla diancam 5 tahun pidana penjara dengan denda Rp1,5 miliar.

Lalu terdapat pasal 187 KUHP tentang kesengajaan membakar hutan dengan ancaman 12 tahun pidana penjara dan pasal 188 KUHP yang akibat kelalaian dengan ancaman 5 tahun pidana penjara.

“Lalu ada pasal 98, 99, dan 108 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup. Serta pasal 108 UU RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan”, pungkas..

Diketahui Api dapat dipadamkan, setelah Dinas Pemadam Kebakaran Natuna mengerahkan dua Unit Mobil Damkar, dibantu Instansi lainnya seperti satu unit Water Canon milik Polres Natuna, dan sejumlah Anggota Basarnas Natuna, dan sejumlah Babinsa dari satuan Koramil 01/Ranai. (Zal).

Leave A Reply

Your email address will not be published.