Kepritoday.com— Maskapai penerbangan Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 yang mengangkut 442 jemaah haji Indonesia melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, setelah pihak pilot menerima email berisi ancaman bom saat pesawat berada di udara.
Pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER yang terbang dari Jeddah menuju Jakarta ini mendarat dengan aman sekitar pukul 11.45 WIB. Seluruh penumpang dan awak pesawat langsung dievakuasi menggunakan prosedur darurat oleh otoritas bandara dan tim keamanan gabungan.
Menurut pihak Saudia Airlines, proses evakuasi berjalan tertib dan lancar, tanpa ada korban jiwa atau cedera. Evakuasi dipimpin langsung oleh petugas keamanan Bandara Kualanamu bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara, TNI AU, dan Tim Gegana Brimob.
Tim penjinak bom dari Brimob, didukung personel Kopasgat TNI AU dan Bea-Cukai, langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap badan pesawat, ruang bagasi, dan seluruh barang bawaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya bahan peledak atau benda mencurigakan.
“Pesawat telah dinyatakan aman. Hasil pemeriksaan menyeluruh oleh Tim Jibom tidak menemukan adanya ancaman nyata. Pesawat clear dari bom,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi kepada awak media.
Setelah dievakuasi, para jemaah haji ditempatkan sementara di asrama haji dan hotel di sekitar Bandara Kualanamu. Pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Depok dan Pemprov Sumatera Utara turut memberikan fasilitas akomodasi dan makanan bagi para jemaah.
Menurut informasi dari Kemenhub, para penumpang akan diberangkatkan kembali menuju Jakarta pada Rabu pagi, 18 Juni 2025, menggunakan pesawat pengganti setelah semua proses pengamanan dinyatakan selesai.
Ancaman bom yang diterima pilot dikirim melalui email dengan isi yang mengindikasikan adanya benda berbahaya di dalam pesawat. BNPT, Densus 88, dan Polri saat ini tengah bekerja sama untuk melacak sumber email tersebut, termasuk melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi.
“Kami akan menyelidiki lebih lanjut motif dan pelaku yang mengirim email ancaman tersebut. Prosedur keamanan tetap dijalankan sesuai standar internasional,” jelas Menko Polhukam Budi Gunawan.
Insiden ancaman bom ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan penerbangan internasional, terlebih saat musim puncak haji. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Bandara Kualanamu telah kembali normal.
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com





