Paket Pekerjaan Milyaran Tahun 2023 di Anambas Tinggalkan Bau Menyengat

ANAMBAS, Kepritoday.com – Pekerjaan Proyek Paket Penanganan Jalan Rewak- Sedanau – Padang Melang di Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, diduga belum membayar upah pekerja dan meninggalkan hutang.

Pekerjaan Proyek tersebut diketahui media ini mulai dikerjakan pada bulan Agustus 2023 lalu dan dikerjakan oleh PT. Putra Hari Mandiri sebagai kontraktor pelaksana selaku pemenang tender.

Selain itu, pantauan di lapangan tampak di lokasi, dari hasil dokumentasi awak media ini terlihat papan plang proyek menyebutkan pekerjaan tersebut di anggarkan melalui APBN oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kepulauan Riau, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kepulauan Riau.

Atas pekerjaan tersebut menelan anggaran Negara sebesar 67.124.286.000,00 (Enam Puluh Tujuh Milyar Seratus Dua Puluh Empat Juta Dua Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Rupiah) di tahun 2023 dengan Nomor Kontrak HK.02.01/SP-HS/Bb24.5./VII/2023/05 sebagai pemenang tender oleh PT.Putra Hari Mandiri dan Konsultan Pengawas PT. Manggala Karya Bangun Sarana.

Ironinya, Paket Pekerjaan Milyaran itu meninggalkan bau menyengat di kalangan masyarakat serta kepada pekerja buruh dan karyawan di Kecamatan Jemaja – Kepulauan Anambas.

Pasalnya, Proyek yang di gadang-gadang sudah melakukan pencairan 100% dalam pekerjaan itu hingga saat ini masih meninggalkan hutang kepada sejumlah pekerja.Tidak tanggung-tanggung hutang tersebut diduga mencapai ratusan juta hingga mencapai milyaran rupiah, dari informasi diterima media ini.

Atas upah pekerjaan yang belum dibayarkan itu, menyeret nama orang ternama di Anambas dalam kancah pemain proyek sebagai kontraktor, baik bermain di anggaran APBD hingga APBN.

Al Bukhari yang akrab disapa Pak Buhari di anambas itu adalah orang yang bertanggungjawab atas pekerjaan Proyek Paket Penanganan Jalan Rewak- Sedanau – Padang Melang di Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, yang hari ini membuat sejumlah pekerja dilema, karana upah (gaji) hak pekerja belum di bayarkan.

Terkait hal tersebut, sejumlah orang (pekerja-red) meminta untuk hal ini di publikasikan ke media, berharap pihak perusahaan dan kontraktor agar segera menyelesaikan pembayaran upah pekerjaan tersebut.

Pertemuan hari ini kami sudah sampaikan ke kawan-kawan lainnya untuk membahas terkait persoalan yang terjadi, akan tetapi kawan-kawan yang lain tidak bisa hadir dikarenakan ada pekerjaan lain dan juga ada yang menghadiri rapat.

Mewakili para pekerja, Ika Iman Alfatih yang akrab disapa icep mengatakan, jadi kami hanya meminta kepada pak Buhari untuk dibayarkan upah (gaji) atas pekerjaan kami yang hingga saat ini belum juga ada kabar dibayarkan. terang Icep warga sedanau rewak Sabtu (18/5/2024).

Dirinya menjelaskan, selain upah pekerjaan yang belum di bayarkan itu, pihak perusahaan juga belum membayar ganti rugi tanaman masyarakat seperti tanaman Cengkeh, Kelapa, Karet dan lainnya yang telah disepakati.

Selain itu, didepan awak media Icep juga menjelaskan, upah yang belum di bayarkan kurang lebih diantaranya, pekerjaan pembersihan lahan akibat longsor sebesar 7.700.000,00, kayu 1 ton 4.000.000,00, Upah borong pekerjaan 111.000.000,00 jadi untuk Icep sendiri yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan (Buhari-red) kurang lebih 122.700.000,00.

“Untuk pekerja kurang lebih 40 orang yang menunggu upah yang belum di bayar”, ungkapnya.

Sementara itu, Suhardi warga terdun Desa Rewak yang juga selaku Ketua RW juga menyampaikan keluhannya ke awak media, dirinya menjelaskan pihak perusahaan (Buhari-red) belum juga membayarkan Ganti Rugi tanaman kebunnya yang telah disepakati untuk dibayarkan dari hasil pertemuan yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat dan pihak perusahaan kala itu.

“Dari hasil kesepakatan, perusahaan berjanji akan ganti rugi tanaman, untuk tanaman saya seperti Kelapa, Cengkeh dan Pohon Asam, kurang lebih 1.450.000,00” ujarnya.

Masalah ini dari bulan puasa sampai sekarang belum ada titik terang dan belum di bayar gaji kami (para pekerja-red).

kami sudah mencoba koordinasi dengan pihak perusahaan namun tidak ada sama sekali jawaban dari mereka, bahkan kita sering wa dan telpon juga tidak di angkat dan sekarang kita mau konsultasi sama siapa lagi. Ucap Suhardi.

“Saya berharap kepada pihak perusahaan agar uang kami di bayarkan macam manapun caranya kami minta di bayarkan uang kami”, Jelasnya. (Fendi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.