Lingga

Kunjungi Suku Laut Pulau Tereh, Camat Katang Bidare dan Team Dr. Lie Lakukan Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako

17
dprd lingga

LINGGA, Kepritoday.com – Tidak merasa puas melakukan aksi sosial yang berpusat di Desa Benan, team dr Lie Dharmawan didampingi Camat Katang Bidare turun langsung menjemput pasien ke pulau-pulau, terutama warga suku laut.Pulau Tereh, Desa Pulau Medang yang menjadi tempat singgah mereka, Rabu (18/03/2020).

Pulau yang dihuni oleh 60 jiwa dari 17 kepala keluarga tersebut, mayoritas merupakan warga suku laut.

“Alhamdulillah, kami bersama team Doctershare antusias oleh warga suku laut, Ketua RT dan pendetanya bapak Oktavianus,” terang Camat Katang Bidare, Safaruddin.

Kedatangan mereka sebagai bentuk giat sosial pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi warga suku laut di wilayah kerjanya. Kedatangan dokter-dokter yang kompeten dan berpengalaman tentu jarang dirasakan warga suku laut. Namun pada kesempatan inilah, pelayanan kesehatan tersebut harus bisa mencapai warga suku laut.

“Saya sangat berharap kepada semua warga di Pulau Tereh menyampaikan apa saja keluhan penyakit yang sering dialami, agar bisa diperiksa dan diobati oleh dokter-dokter yang sudah datang,” kata dia.

Selain pemeriksaan kesehatan secara gratis, camat juga mensosialisasikan serta mengajak masyarakat setempat agar menciptakan dan memelihara pola hidup bersih dan sehat kepada warga suku laut bersangkutan. Apalagi ditengah mewabahnya infeksi virus corona saat ini.

Sebagai bentuk apresiasinya untuk antusiasme warga suku laut yang berobat, pihak kecamatan membagikan puluhan sembako ditiap kepala keluarga.

“Saya juga memohon maaf karena selama ini baru bisa menjejakkan kaki di Pulau Tereh. Sebagai perwakilan dari pemerintah Kabupaten Lingga, kami membawa sembako. Jangan dilihat dari harga tapi ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga,” ujar dia.

Sementara pendeta gereja setempat, Oktavianus mengucapkan terimakasih kepada rombongan yang telah sudi menginjakkan kaki di Pulau Tereh. Namum menurutnya bukan hanya masalah kesehatan saja. Masalah krusial lain menyangkut air bersih hingga pendidikan anak juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Harapannya, kedatangan pihak kecamatan bisa membuka akses perhatian pemerintah baik desa maupun pemerintah daerah terhadap kesenjangan kehidupan mereka.

“Kami di Pulau Tereh ini belum pernah diperhatikan serius, baik dari pemerintah maupun dari pihak desa. Untuk air bersih saja kami mandi menggunakan air lopak, hanya berharap air hujan turun karena kami disini tidak ada sumur. Terus untuk anak sekolah kami pakai sampan, kalau ombak kuat tidak sekolah anak-anak.  Untuk rumah apalagi, sangat berharap kami dengan RTLH,” cetus dia. (Ramlan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.