
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna, kembali melakukan uji Rapid Tes terhadap seorang mahasiswa asal Warga Kecamatan Bunguran Batubi. Selasa, (07/04/2020) siang.
Uji Rapid Tes yang dilakukan Dinkes Natuna tersebut, setelah adanya pengakuan dari mahasiswa bersangkutan inisial H (25), bahwa tetangganya di Jawa Timur, meninggal dunia akibat diduga terpapar Covid-19.
Sebelumnya diketahui, H merupakan warga asal Kecamatan Bunguran Batubi, sekaligus seorang mahasiswa di salah satu Universitas di Jawa Timur, Kabupaten Malang.
Karena kampus diliburkan, H kembali pulang ke kampung halamannya Kecamatan Bunguran Batubi, menggunakan Kapal Pelni beberapa waktu lalu.
Menurut keterangan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah, H sempat berkontak langsung dengan tetangganya sebelum meninggal dunia.

Dalam kontak langsung tersebut, H mengaku tetangganya itu sempat bersin-bersin. Hingga 2 hari kemudian, tetangganya diketahui meninggal dunia.
“Dia pernah kontak dengan penjual air galon di sana, dan bersin-bersin, dan beberapa hari kemudian, si penjual galon tersebut meninggal, setelah dikonfirmasi positif Covid-19, dan sekarang 1 keluarganya positif semua,” ujar Hikmat.
Lanjut Hikmat menjelaskan, dari hasil Rapid Tes yang dilakukan pihaknya terhadap H, menunjukkan non reaktif Covid-19.
Meski demikian kata Hikamat, sesuai dengan aturan yang di tetapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, H tetap harus menjalani Isolasi mandiri, serta mengurangi kontak dengan keluarganya sendiri.
“Sampai saat ini hasil yang kita dapat melaui Rapid Tes ini ialah non reaktif, yang artinya ada dua kemungkinan, yang pertama yang bersangkutan belum pernah terpapar Covid-19, yang kedua bisa saja sudah terpapar, hanya saja anti body nya belum terbentuk,” terang Hikmat.
“Kita akan melalukan pemeriksaan 1 minggu kemudian, dan sekiranya hasil Rapid Tes nya tetap non reaktif, artinya memang tidak terpapar Covid-19,” ujarnya lagi.
Terakhir Hikmat menjelaskan, sesuai dengan peraturan Kemenkes RI, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ringan, masih dianjurkan isolasi secara mandiri, atau di isolasikan bersama, bagi daerah yang telah menyiapkan bangunan khusus. (Zal).











Komentar