Ini Penjelasan Pihak Pengawas PJN Soal Kondisi Konstruksi Jalan Penghubung PLBN Serasan!

Ini Penjelasan Pihak Pengawas PJN Soal Kondisi Konstruksi Jalan Penghubung PLBN Serasan!

 

NATUNA, KEPRITODAY.COM – Polemik pengerjaan konstruksi jalan penghubung PLBN Kecamatan Serasan, ditanggapi pihak pengawas Pelaksana Jalan Nasional (PJN) kepada kepritoday.com. Selasa, (01/09/2020) siang.

Hendra, salah seorang anggota pengawas PJN  menyebutkan, pengerjaan jalan Semen Beton penghubung PLBN Serasan itu masih dalam masa pemeliharaan hingga Desember 2020 mendatang.

Ia memastikan, segala kerusakan pada jalan tersebut akan dilakukan perbaikan sepenuhnya pada bulan September 2020 ini, dengan dibuktikannya sejumlah alat berat masih berada dari lokasi proyek.

“Jalan ini masih dalam pemeliharaan hingga Desember 2020, saya pastikan paling lambat pertengahan atau akhir bulan ini akan kita lakukan perbaikan sepenuhnya”, terang Hendra.

Hendra juga membantah Terkait bahan material pasir pada pembuatan semen beton itu menggunakan pasir yang tidak berkualitas, hanya saja selama proses pengerjaan, wilayah Kecamatan Serasan mengalami cuaca buruk yang disertai hujan sehingga kadar semen berkurang.

“Jangankan kadar semen, pasir yang sudah kami tumpukkan saja semua habis rata terbawa oleh hujan”, ucapnya.

Lanjut Hendra menjelaskan total pekerjaan jalan tersebut ialah sebanyak 8 km, meliputi slurry seal 5 km, dan pengerjaan beton 3 km

Kata Hendra, penggunaan slurry seal sebenarnya sudah cukup umum. Slurry seal tercatat sudah pernah digunakan di jalur Pantura, Jogja, Bantul, Cilacap, bahkan di Dabo Singkep.

Surry seal sendiri terdiri dari tiga jenis campuran tergantung dari kerusakan jalan yang dihadapi. Makin parah kerusakan pori jalannya, makin banyak pula volume adukan materialnya yang digunakan.

“Jadi slurry seal ini adalah salah satu langkah kita untuk menjaga kondisi jalan baik dan sedang kita buat agar bisa bertahan lebih lama sehingga kita bisa melakukan efesiensi di tempat itu. Jadi slurry seal ini merupakan kegiatan mempertahankan kondisi jalan,” katanya.

Hendra berharap, masyarakat Serasan khususnya tidak perlu khawatir akan kondisi jalan itu saat ini. Pihaknya berjanji, akan melakukan perbaikan maksimal dengan memanfaatkan masa pemeliharaan hingga bulan Desember 2020 mendatang.

Pada pemberitaan sebelumnya, diketahui konstruksi jalan PLBN Kecamatan Serasan menuai Polemik karena kualitas pengerjaannya dinilai “asal jadi”.

Hal tersebut diketahui saat Ketua dan sejumlah anggota DPRD Natuna meninjau langsung kondisi jalan. (Zal).

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com