Kepritoday.com – Masyarakat Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, tengah dirundung keresahan akibat beredarnya sebuah video call berdurasi hampir tiga menit yang diduga melibatkan seorang kepala desa perempuan dari Trans Aliaga Unit IV. Video tersebut, yang menampilkan percakapan pribadi bernuansa asusila dengan seorang pria yang bukan suami, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Sosok yang diduga dalam video itu adalah ES, kepala desa yang baru menjabat sejak Desember 2022. Dilansir laman Prioritasnews.id, Sabtu (16/8), rekaman tersebut menunjukkan suasana rumah yang mirip dengan kediaman ES, memperkuat dugaan masyarakat terhadap identitasnya.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Sebagai seorang pemimpin desa, ES diharapkan menjadi teladan, sosok yang mampu memimpin dengan integritas dan menjaga nilai-nilai moral. “Seorang kepala desa adalah cerminan bagi warganya. Jika benar itu beliau, sungguh sangat disayangkan,” ujar salah seorang warga Trans Aliaga yang memilih merahasiakan identitasnya. Nada kecewa dalam suaranya mencerminkan harapan besar masyarakat akan figur pemimpin yang dapat dipercaya dan dihormati.
Hingga kini, ES belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran video tersebut. Upaya konfirmasi kepada Camat Hutaraja Tinggi, Riswan Daulay, juga belum membuahkan jawaban. Ketidakpastian ini membuat spekulasi terus bergulir, menambah kegelisahan di tengah masyarakat yang mendambakan kejelasan.
Latar belakang ES sebagai mantan calon legislatif dan istri seorang aparatur sipil negara (ASN) turut menambah sorotan pada kasus ini. Jabatannya sebagai kepala desa menempatkannya pada posisi yang tak hanya menuntut tanggung jawab administratif, tetapi juga moral untuk menjadi panutan. Warga berharap, di tengah guncangan ini, pihak berwenang dapat segera menelusuri kebenaran video tersebut. “Kami ingin ada kejelasan, agar tidak ada fitnah yang berkepanjangan,” tutur warga lainnya dengan nada penuh harap.
Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya kepekaan dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam menjaga amanah yang diberikan. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diajak untuk bijak, menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sambil menanti langkah resmi dari pihak berwenang. Kebenaran, sebagaimana yang diharapkan warga Hutaraja Tinggi, adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan dan kedamaian di desa mereka.
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com





