KepriToday.com – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan bahwa hasil asesmen terhadap pejabat eselon II yang dilaksanakan baru-baru ini masih dalam proses evaluasi. Penilaian memerlukan waktu karena melibatkan banyak asesor dan harus melalui proses independen.
“Terkait asesmen yang baru selesai kemarin, saya belum mengetahui hasilnya. Biasanya nilai awal keluar dalam satu hingga dua minggu. Tapi untuk hasil detailnya, mungkin butuh sekitar tiga minggu karena dinilai oleh semua asesor dan tidak bisa diintervensi,” ujar Lis kepada wartawan, Sabtu (14/6/2025).
Penilaian Akan Jadi Dasar Penempatan Ulang Pejabat
Wali kota menjelaskan bahwa hasil asesmen ini penting untuk menentukan kesesuaian jabatan yang diemban oleh para pejabat eselon II. Proses ini akan membantu pemerintah melihat apakah seorang pejabat masih relevan di posisinya saat ini atau lebih cocok ditempatkan di posisi lain.
“Nanti akan terlihat, misalnya si A apakah masih cocok di jabatan sekarang, atau justru lebih pas di posisi C. Dari situ akan dilanjutkan dengan proses job fit,” tambahnya.
Job Fit Dilanjutkan dengan Rotasi dan Penyegaran
Lis menyebutkan bahwa tahap job fit akan menjadi langkah berikutnya sebelum dilakukan rotasi atau penyegaran jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Namun, ia menekankan bahwa rotasi bukan berarti ada pejabat yang berkinerja buruk, melainkan sebagai upaya penyegaran organisasi.
“Setelah job fit, barulah kita tentukan perputaran atau rotasi jabatan. Mana yang masih bisa berlanjut, mana yang perlu diganti,” jelasnya.
“Artinya, bukan berarti yang menjabat sekarang itu tidak bagus atau tidak baik. Tapi paling tidak perlu ada proses penyegaran,” lanjut Lis.
Sebagai informasi, asesmen yang berlangsung pada 12–13 Juni 2025 itu diikuti oleh 80 peserta. Mereka terdiri atas pejabat eselon II, eselon III, dan fungsional ahli madya. Penilaian mencakup aspek kompetensi manajerial serta sosial kultural.
Dengan asesmen ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang diharapkan dapat melakukan pembenahan dan penyelarasan sumber daya manusia secara objektif, berbasis data, serta sesuai kebutuhan organisasi.











