Pertumbuhan Ekonomi Kepri Mengalami Perlambatan

Jumaga Nadeak, SH, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Jumaga Nadeak, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengaku gelisah, dengan pertumbuhan ekonomi Kepri yang mengalami perlambatan pada semester I tahun 2017 ini.

Pada semester I tahun 2017 ini pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri hanya tumbuh sebesar 1,52 persen.

“Kami gelisah melihat perlambatan ekonomi ini,” ujar Jumaga.

Ke depan lanjutnya, DPRD Provinsi Kepri akan intens melakukan pertemuan antara Komisi II DPRD Provinsi Kepri dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri.

“Dengan adanya pertemuan itu diharapkan dapat mengembalikan kejayaan ekonomi Kepri seperti tahun tahun sebelumnya,” harapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap, keseriusan dari seluruh OPD di Pemprov Kepri untuk membangkitkan ekonomi Kepri.

“Kalau memang ada kepala OPD yang tidak sanggup bekerja, ya diganti saja, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Panusunan Siregar menyebutkan, melambatnya performa pertumbuhan perekonomian Provinsi Kepri pada semester I tahun 2017, dipicu karena rendahnya serapan anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.

Sedianya kata dia, di tengah menurunnya pertumbuhan tiga sektor utama penggerak perekonomian Kepri, yaitu sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan sektor pertambangan. APBD menjadi salah satu harapan untuk menggerakkan perekonomian di Kepri.

“Namun APBD yang diharapkan sebagai stimulan, nampaknya belum dapat memainkan perannya sebagai stimulan perekonomian Kepri. Ini dapat ditandai dengan menurunnya konsumsi pemerintah yang cukup signifikan, sebesar 6,66 persen pada triwulan kedua tahun 2017,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya pada semester I di tahun 2017 APBD juga tidak mampu untuk berbuat banyak untuk menggerakkan perekonomian Kepri.

“Pada semester I dimana APBD ternyata belum mampu berbuat banyak bahkan mengalami penurunan daya serap sebesar 6,18 persen,” sebutnya.

Data Daya Serap APBD Provinsi Kepri tahun 2017:

Triwulan I (Januari – Maret ) :

1.Belanja pegawai : 17,49 %
2.Belanja barang dan jasa : 6,43 %
3.Belanja modal : 0,99 %
4.Belanja bansos : 5,46 %
5.Total belanja : 8,80 %

Triwulan II (April – Juni) :

1.Belanja pegawai : 22,25 %
2.Belanja barang dan jasa : 24,03 %
3.Belanja modal : 12,32 %
4.Belanja bansos : 7,19 %
5.Total belanja : 23,99 %

Semester I (Januari – Juni) :

1.Belanja pegawai : 39,74 %
2.Belanja barang dan jasa : 30,46 %
3.Belanja modal : 13,31 %
4.Belanja bansos : 12,66 %
5.Total belanja : 32,79 %

Sumber : BPS Provinsi Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *