
NATUNA, KEPRITODAY.COM – Saat ini Gugus Tugas percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Natuna telah menyiapkan ruangan khusus bagi pasien positif Covid-19.
Ruang khusus tersebut dipusatkan di Asrama Haji, Komplek Masjid Agung (NGU) Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, dengan fasilitas 80 bed tempat tidur, dan ditambah fasilitas lainnya.
Namun disayangkan, tidak semua pasien positif Covid-19 di Natuna di isolasi tempat yang telah disediakan tersebut.
Berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Natuna, hingga Senin 16 November 2020, 21 orang telah dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil pemeriksaan PCR.
Dari 21 orang itu, 1 orang diantaranya meninggal dunia, dan 1 orang lainnya dinyatakan sembuh, dan 19 orang masih dalam proses sembuh.
Sayangnya, dari 19 orang pasien positif Covid-19 yang tersisa, hanya 2 orang saja yang menempati Asrama Haji, menjalani isolasi khusus.
Tentunya membuat sebagian masyarakat resah dengan keberadaan sebagian besar pasien Covid-19 di Natuna yang hanya menjalani isolasi mandiri di rumah, karena dianggap membahayakan anggota keluarga lainnya, akibat rentannya penularan.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Natuna Rizal Rinaldi mengaku pihaknya mengalami kendala dalam mengevakuasi para pasien Covid-19.
Ia menjelaskan, tidak jarang Gugus Tugas di lapanhan mendapat perlawanan dari pasien dan keluarga pasien karena menolak untuk di isolasi khusus.
“Tidak jarang ada keluarga yang terkonfirmasi positif, ketika pasien ini akan kita angkut ke Ranai untuk di isolasi khusus, malah ajak main parang”, terang Kadiskes Rizal saat Hearing bersama DPRD Natuna. Senin, (16/11/2020) petang.

Menanggapi pernyataan Kadiskes, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar menilai Tim Gugus tugas tidak menggandeng Aparat Penegak Hukum dalam proses penanganan pasien Covid-19.
Padahal sebut Wan Aris, APH masuk dalam Gugus Tugas percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19.
“Kami dari DPRD melihat Tim Gugus Tugas tidak adanya kerjasama dengan APH, Saya rasa persoalannya itu, sangat sederhana”, tegas Wan Aris.
Lanjut Wan Aris, jika permasalahan ini tetap berlanjut, maka tempat yang telah disediakan tersebut akan menjadi sia-sia jika hanya sebagian kecil saja pasien Covid-19 yang menempati.
“Kita dari DPRD minta diupayakan segera para pasien positif Covid-19 ini agar di isolasi secara khusus supaya tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat”, pungkasnya. (Zal).
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi Kepritoday.com: today.kepri@gmail.com












